Tumpas Teroris, Tubagus Hasanudin Dukung Operasi Tinombala

Tubagus Hasanudin

Tubagus Hasanudin

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG -Wakil Ketua Komisi I DPR, Tubagus Hasanudin, memberikan apresiasi kepada anggota TNI yang berhasil menembak mati Santoso, teroris paling dicari di Indonesia. Ia pun menyetujui dan mendukung jika Operasi Tinombala terus dilanjutkan untuk membantu aparat kepolisian yang bertugas menegakkan hukum.


“Kalau dilihat keberhasilannya bahwa prajurit TNI yang mengejar Santoso, hemat saya operasi harus diteruskan bila itu juga terus dilakukan wilayah rawa, hutan. TNI terlatih untuk hal tersebut,” ujar Hasanudin kepada wartawan di kantornya di Jalan Pelajar Pejuang, Kota Bandung, Minggu (24/7).

Keberhasilan prajurit TNI pun kembali ditunjukkan setelah istri Santoso yang sempat melarikan diri ketika penyergapan berhasil ditangkap dalam keadaan hidup. Hasanudin yakin kemajuan positif akan kembali diperlihatkan anggota TNI yang saat ini masih memburu sisa anggota kelompok Santoso.

“Saya optimis prajurit TNI bisa menangkap semua sisa anggota, tapi bertahap karena luas tempat persembunyian itu sekian ribu hektare. Ada 3 ribu prajurit TNI yang bertugas dalam operasi itu. Dan 3 ribu prajurit itu masuk dan menyebar ke hutan,” ujar Hasanudin.

Hasanudin mengatakan, perkara siapa yang menangkap dan melakukan pengejaran terhadap kelompok anggota Santoso jangan dijadikan polemik. Sebab menurutnya, negara wajib menggunakan semua komponen yang dimiliki untuk menumpas terorisme dalam konteks melindungi negara kesatuan Republik Indonesia.

“Jadi boleh apa saja , masyarakat dilibatkan boleh apalagi TNI yang mempunyai kemampuan. Dalam UU TNI nomor 34 tahun 2004 pasal 7 dalam operasi selain operasi militer selain perang, TNI boleh terlinat tapi harus dalam keputusan politik,” kata Hasanudin.

Hasanudin pun menilai, Operasi Tinombala juga menunjukkan sinergi yang baik antara TNI dan Polri dalam penegakan hukum. Apalagi terorisme merupakan persoalan nasional yang wajib diwaspadai seluruh elemen bangsa. Pemberantasannya pun harus menjadi tanggungjawab semua pihak.

“Kalau menurut saya ancaman teror justru dalam hal kualitas semakin tinggi. Penggunaan senjata, bom, memiliki senjata tajam, pistol, bunuh diri dan ruang wilayah untuk melakukan katakanlah zona pertempurannya sudah luas. Kalau dulu kan hanya di daerah kampung dan urban, sekarang sudah di hutan, gunung, rawa, dan rimba. Jadi saya kira harus TNI dimanfaatkan tapi dalam konteks bersama kepolisian dalam menegakkan hukum,” ujar Hasanudin.(nda)

Loading...

loading...

Feeds

46 Warga Kampung Jati Dievakuasi

POJOKBANDUNG.com, SUKABUMI – Aktivitas bencana pergerakan tanah yang memprakporandakan tiga perkampungan penduduk di wilayah Desa Mekarsari, Kecamatan Nyalindung, kian meluas …

Bakti Sosial Dosen untuk Masyarakat

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Sepuluh dosen Program Studi Pendidikan Guru (PG) PAUD IKIP Siliwangi Bandung melaksanakan kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) …