Pemerintah Jepang Khawatir Pokemon Go Membuat Masyarakat Tidak Produktif

ilustrasi pokemon go

ilustrasi pokemon go

POJOKBANDUNG.com- POKEMON GO masih jadi bahasan hampir disemua media. Bagaimana tidak, permaian Pokemon Go, terus menjadi bintang paska diluncurkan pertama kali di Amerika Serikat, Australia dan New Zealand.


Di Indonesia sendiri, meski belum diluncurkan secara resmi, Pokemon Go terus mewabah. Kabarnya, di Indonesia, Pokemon Go sudah diunduh oleh sekitar 1 juta pengguna.

Namun, dibalik kesuksesan Pokemon Go, ada dampak negatif bagi penggunanya. Tidak sedikit pengguna Pokemon Go terlibat kecelakaan yang mengakibatkan jiwa melayang. Tidak sedikit pula objek-objek vital di Indonesia yang mulai ‘disusupi’ pemain Pokemon Go.

Selain itu, masih ada fakta yang harus diketahui oleh pengguna aplikasi Pokemon Go. Seperti dipaparkan Staf Ahli Kementerian Komunikasi dan Informasi Henri Subiakto. Pokemon Go merupakan aplikasi game online yang menggunakan teknologi Augmented Reality yakni menggabungkan dunia maya yang ada di kamera ponsel pintar dengan tampilan fisik di sekitar pemainnya.

Saat bermain Pokemon Go, pengguna harus mengaktifkan kamera ponsel dan mengharuskan pemainnya berjalan untuk mencari makhluk Pokemon yang tersebar di rumah, jalan, taman, masjid, dan tempat-tempat strategis lainnya.

“Karena asyik mengejar Pokemon para pemain bisa terlena. Ada yang masuk pekarangan orang lain, masuk kantor polisi, masuk masjid, bahkan muter di museum, sampai ada yang tertabrak kendaraan,” beber Henri dalam siaran persnya di Jakarta.

Selain itu, aplikasi Pokemon Go, khusus di Indonesia rentan disusupi virus yang akan masuk ke dalam software ponsel si penggunanya.

“Berbeda dengan masyarakat Jepang. Walaupun Pokemon aslinya buatan Nintendo Jepang, game ini masih belum diijinkan masuk,” kata Henri.

Menurutnya, pemerintah Jepang khawatir Pokemon Go membuat masyarakat tidak produktif, membahayakan dan belum terbukti aman dari persoalan cyber security.

“Saat bermain Pokemon dengan kamera selalu on maka disadari atau tidak telah menjadi collaborator, mengirim sinyal dan data tentang diri, aktivitas, lingkungan pemain. Pokemon Go yang gratis ini akan mengumpulkan big data dari para user dan lingkungannya untuk keperluan bisnis untuk menarik investor serta keperluan peta digital yang lebih detail,” demikian Henri.

(wah/sta/ps)

Loading...

loading...

Feeds

Ajak Masyarakat Pelihara Budaya Sunda

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Ema Sumarna mendukung penuh program “Saur Sepuh” yang diinisiasi oleh PGRI Kota …

Kerugian Bencana Capai Rp816 Juta

POJOKBANDUNG.com, SUKABUMI — Selama Januari hingga Februari 2021, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi, mencatat terdapat 23 kejadian bencana. …

Angin Kencang, Pohon Timpa Mobil

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Sebuah mobil tertimpa pohon tumbang di Jalan Raya Cijambe, Subang. Akibatnya bodi kendaraan pun ringsek. Peristiwa yang …

Dorong Bupati Rampingkan SOTK

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Susunan Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) Pemkab Subang dinilai terlalu gamuk sehingga pembuatan perencanaan dan penyusunan anggaran …

Bakal Punya Wadah Industri Kreatif

POJOKBANDUNG.com, NGAMPRAH – Wakil Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan bertekad mewujudkan industri kreatif milenial. Gagasan itu rupanya tak main-main. Upaya …