Empat Pelajar Terseret Arus Sungai Cisangkuy

evakuasi

evakuasi

POJOKBANDUNG.com, PAMEUNGPEUK– Derasnya aliran Sungai Cisangkuy, Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Bandung membuat empat orang pelajar kewalahan. Mereka terbawa arus beberapa ratus meter.


Puluhan warga dan teman-teman mereka pun berdatangan menyaksikan kejadian tersebut di pinggir sungai. Tidak lama berselang, datang perahu karet dari arah hulu yang berusaha menyelamatkan keempat pelajar tersebut.

Tiga pelajar berhasil diangkat dan diselamatkan nyawanya, namun sayang seorang pelajar terlanjur terbawa arus dan ditemukan sudah dalam keadaan tidak bernyawa. Kantung mayat berisi korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit. Setelah dilakukan identifikasi, korban keluarga korban diberitahu kejadian nahas tersebut, setelah dipulasara, teman-teman korban melakukan salat jenazah bersama.

Kejadian tersebut merupakan sebuah simulasi water rescue (penyelamatan dalam air) yang dilakukan oleh MA Al Huda, Pameungpeuk, Jumat (22/7).

Menurut Wakamad Bidang kesiswaan MA Al Huda, Acep Luthfi Hanif, simulasi water rescue merupakan salah satu dari rangkaian MPLS MA Al Huda yang dilanjutkan dengan pengenalan kepramukaan.

“Simulasi tadi memang sengaja dirancang oleh guru, Osis dan Pramuka MA Al huda,” tutur Acep ketika diwawancara.

Lokasi sekolah yang berada tepat di pinggir Sungai Cisangkuy, menjadikan warning bagi sekolah untuk mewaspadai adanya insiden kecelakaan seperti orang terbawa arus sungai. Oleh sebab itu, siswa baru diberi bekal untuk menghadapi kejadian yang tidak diinginkan tersebut.

Sebelum dilakukan simulasi, 110 siswa baru diberikan dulu materi cara melakukan pertolongan di air, setelah materi selesai dilakukan praktik lapangan.

“Siswa yang menjadi korban dipilih terlebih dahulu, tentu syarat pertama adalah kemampuan berenang, walaupun saat simulasi menggunakan pelampung,” ujarnya.

Dengan menyaksikan secara langsung bagaimana melakukan penyelamatan di air, maka siswa diharapkan bisa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, sehingga ketika terjadi hal serupa, mereka sudah bisa melakukan pertolongan dan tahu apa yang harus dilakukan.

“Jadi, mereka tidak hanya menyaksikan secara terpotong-potong di televisi, melainkan berurutan secara langsung. Peserta didik baru hanya melihat proses tersebut,” paparnya.

Dengan kegiatan ini pun, para peserta didik baru akan memiliki keahlian penyelamatan dasar jika bencana benar-benar terjadi. Terutama, rangkaian proses evakuasi korban dan komunikasi dengan instansi-instansi terkait.

Selain itu, siswa juga bisa mengetahui bagaimana menunaikan kewajiban ketika ada orang yang meninggal, dimulai dari memandikan, mengkafani dan shalat jenazah. (Mld)

Loading...

loading...

Feeds

Larang Warga Mudik, Kapolri Minta Maaf

POJOKBANDUNG.com – Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo meminta masyarakat dapat memahami kebijakan pemerintah melarang adanya mudik pada periode libur …