Wuiiih… Dua Siswa SMKN 2 Cimahi Raih Penghargaan di China

Dua siswa SMKN 2 Cimahi  ke 1 dan 2 dari kiri yang meraih award di china. (bahi)

Dua siswa SMKN 2 Cimahi ke 1 dan 2 dari kiri yang meraih award di china. (bahi)

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI–Dua siswa SMKN 2 Cimahi bernama Muhammad Alfarisi (15) dan Asep Muhammad (17) berhasil mengharumkan nama Indonesia setelah alat bernama Sistem Mitigasi Bencana Banjir (Simina) buatannya mendapat penghargaan internasional dalam ajang “International Exhibiton for Young Invention 2016′, yang diselenggarakan di China, pada 15-20 Juli lalu.


Dalam acara pameran internasional bagi para inovator muda yang diikuti 83 negara itu, mereka mendapat penghargaan dari OBEC (Office of the basic Education Commission ministry of Education), Thailand.

Selain itu, negara Singapura memberi penghargaan dengan kategori Excellence in Innovation Award.

Muhamd Alfarisi yang saat ini duduk di kelas XII SMKN 2 Cimahi, menjelaskan alat buatannya berfungsi untuk memberikan peringatan dini kepada masyarakat mengenai kemungkinan banjir.

“Alat ini memberi tahu mengenai banjir yang akan terjadi. Dengan begitu, masyarakat maupun pemerintah bisa melakukan penanganan yang maksimal,” katanya saat ditemui di SMKN 2 Cimahi, Jl. Kamarung, Kamis (21/7).

Sistem kerja alat ciptaannya cukup sederhana. Ia menjelaskan bahwa ada beberapa bagian yang berfungsi sebagai sensor pendeteksi keadaan lingkungan berupa level ketinggian air.

sensor sebagai pendeteksi ketinggian air, dan datanya akan diolah oleh mikrokontroler. Datyanya sendiri dibagi menjadi 5 skala (normal, waspada, siaga, awas, dan banjir).

Jika level masuk kedalam keadaan siaga, awas, atau banjir, maka sistyem tersebut akan otomatis mengirim pesan secara massal ke seluruh nomer telefon yang tersimpan di memori mikrokontroler (sebelumnya, masyarakat harus melakukan registrasi untuk mendapatkan pesan).

Jika mencapai level Awas, maka alarm dari alat tersebut akan berbunyi dan akan mengirim pesan ke nomer tertentu, seperti petugas kepolisian maupun dinas dari pemerintah setempat.

Setiap kenaikan atau penurunan level akan diberi indikator lampu LED yang terpasang.

“Pengerjaannya sebentar, hanya dua sampai tiga bulan. Tapi, Ide membuat alatnya ini sudah lama,” kata alfarisi.

Sementara itu, Asep mengatakan inspirasi membuat alat mitigasi didapat setelah melihat fenomena banjir yang kerap melanda berbagai daerah di Indonesia.

“Banjir juga kerap menimbulkan korban. Makanya kami membuat alat ini,” terangnya.

Ia pun tak menyangka hasil kerja keras dari semua pihak yang membantu proyek ini membuahkan hasil dan mendapat pengakuan di dunia internasional.

“Saya harap alat kami bisa diterapkan dan diaplikasikan di berbagai daerah. Sehingga bisa bermanfaat. Karena selama ini, informasi waspada banjir sering tak maksimal,” kata Asep.

Sementara, Pembimbing Siswa, Kusman Subarja mengaku bangga dengan prestasi yang dicapai muridnya.

“Saya bangga perwakilan dari Indonesia mendapat penghargaan karena dianggap ini merupakan ide segar,” ujarnya.

Rencana kedepan, ia akan mengajukan hak paten ke LIPPI untuk melindungi inovasi dari muridnya tersebut.

“Kami akan ajukan hak paten. Mudah-mudahan dimudahkan dan ada jalannya,” pungkasnya.(bbb)

Loading...

loading...

Feeds

BRT Tidak Akan Ganggu Trayek Angkot

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Pengembangan angkutan massal berbasis jalan atau bus rapid transit (BRT) yang melintasi Kota Cimahi sudah memasuki tahap …

Karya yang Membuat Tanya

Gedung Munara 99 dan Skywalk Sabilulungan akhirnya telah rampung dibangun. Bangunan yang akan menjadi ikon dan kebanggaan masyarakat Kabupaten Bandung …

Cinta Palsu Negeriku

‎Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Raharja, sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung, menempati peringkat …