Sidang Kasus Jessica Ditunda

SIDANG: Pengacara terdakwa Jessica Kumala Wongso, Otto Hasibuan menggarisbawahi tiga poin penting dalam sidang perkara kliennya di Pengadilan Jakarta Pusat, Rabu (20/7).

SIDANG: Pengacara terdakwa Jessica Kumala Wongso, Otto Hasibuan menggarisbawahi tiga poin penting dalam sidang perkara kliennya di Pengadilan Jakarta Pusat, Rabu (20/7).

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA – Pengacara terdakwa Jessica Kumala Wongso, Otto Hasibuan menggarisbawahi tiga poin penting dalam sidang perkara kliennya di Pengadilan Jakarta Pusat, Rabu (20/7).


Ketiga poin itu dianggap Otto sebagai kesalahan dalam pengujian perkara pidana.

Yang pertama adalah saat pihak Jessica meminta sedotan es kopi Vietnamese yang digunakan Wayan Mirna Salihin.? Sebab, salah satu saksi mengucapkan bahwa Jessica sendiri yang menyimpan sedotan ke dalam es kopi Vietnamese.

Dalam kesaksian itu, Otto mensinyalir, saksi hendak menyampaikan kepada hakim bahwa Jessica sengaja menggunakan sedotan? sebagai media pengantar racun sianida. “Di mana itu sedotan?,” tanya Otto kepada jaksa penuntut umum (JPU).

“Sedotan tidak ada. Tidak masuk dalam barang bukti yang disita karena hilang,” jawab jaksa Shandy.

Menanggapi itu, Otto juga menanyakan barang bukti berupa air yang digunakan mencampur es kopi Vietnamese. Menurut Otto, seharusnya segala hal yang bisa menjadi media racun sianida masuk, harus dikumpulkan. Sebab, sianida merupakan zat yang kecil yang bisa masuk dari mana saja.

“Menyesalkan sekali gimana mau cari sumber materil. Tadi sedotan juga,” tambahnya.

Menjawab itu, jaksa Bebry menanggapi pernyataan Otto tersebut?. “Air tidak kami sita. Nanti kalau kami sita dan sudah tidak hangat lagi malah diragukan juga,” balas jaksa Bebry.Ketiga, Otto juga mengeluhkan tidak adanya barang bukti pembanding es kopi Vietnamese yang bisa menjadi acuan membedakan mana kopi beracun mana yang tidak.

“Tidak mungkin kami bawa semua. Terlebih ini ada yang berbentuk organ, bisa bau. Kami punya surat penitipannya,” balas jaksa Ardito Muardi.

Atas pertanyaan perihal bukti pembanding berupa es kopi Vietnam itu, keadaan pun sempat memanas. Alhasil, Hakim Kisworo pun memotong keduanya dan berkata, kalau pertanyaan itu akan ditunda dan akan dijawab dalam sidang selanjutnya. (Mg4/jpnn)

Loading...

loading...

Feeds

Momen RAFI 2021, Telkomsel Siaga Maksimalkan Jaringan

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA- Telkomsel siap memastikan ketersediaan kualitas jaringan dan layanan yang prima demi menghadirkan pengalaman digital untuk #BukaPintuKebaikan bagi masyarakat …

PDRI Siap Kawal Distribusi KIP Kuliah Merdeka

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Persaudaraan Dosen Republik Indonesia (PDRI) akan memantau dan mengawal distribusi penyaluran Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah Merdeka …