Tolak Eksekusi, Warga KPAD Gerlong Bakar Ban

Warga membakar ban sebagai bentuk protes serta blokade di kawasan Komplek KPAD, Kota Bandung, Selasa (19/7).(khairizal maris)

Warga membakar ban sebagai bentuk protes serta blokade di kawasan Komplek KPAD, Kota Bandung, Selasa (19/7).(khairizal maris)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Warga Komplek Perumahan Angkatan Darat (KPAD) Gegerkalong, Kelurahan Gegerkalong, Kecamatan Sukasari, Kota Bandung bereaksi sangat keras menjelang pengosongan rumah oleh Kodam III/Siliwangi, Selasa (19/7).


Warga menutup total akses jalan masuk ke komplek. Selain itu, barikade dari ban bekas pun disimpan warga di jalan masuk menuju komplek tersebut. Tidak hanya itu, bahkan warga membakar ban bekas tepat di depan gerbang masuk. Asap pekat hitam nampak dari pembakaran ban bekas tersebut.

“Ini reaksi dari kami sebagai bentuk penolakan,” ujar salah seorang warga.

Selain menutup akses jalan dan membakar ban, beberapa orang warga menyebarkan selebaran bertuliskan ‘Jangan salahkan kami, jika kami bereaksi keras, karena kami mempunyai martabat dan harga diri yang harus kami pertahankan semampu kami di kampung kami yaitu KPAD Gegerkalong’.

Warga KPAD Gegerkalong, Kota Bandung akan tetap bereaksi sampai ada solusi yang baik terkait rencana pengosongan sejumlah rumah di perumahan tersebut.

Koordinator Daerah, Hanafi Harun, mengatakan, aksi penutupan jalan ini dilakukan sebagai bentuk komitmen warga menolak pengosongan rumah yang akan dilakukan oleh Kodam III/Siliwangi. Sebagai bentuk solidaritas, lanjut dia, seluruh warga keluar rumah dan berkumpul di gerbang utama KPAD.

“Ini semua reaksi warga. Semua keluar rumah, semua bereaksi untuk mempertahankan rumahnya,” ujar Hanafi kepada wartawan di KPAD.

Hanafi mengatakan, warga akan tetap bereaksi dan bertahan sampai ada solusi yang terbaik bagi warga yang harus mengosongkan rumahnya. Sebab, sejauh ini, belum ada solusi terbaik yang didapat oleh warga terkait pengosongan rumah ini.

“Kami akan tetap seperti ini sampai ada kepastian. Mereka mau kemana kalau sampai dikeluarkan, dia enggak punya rumah. Mereka anak pejuang yang bapaknya dulu tidak sempat mikirin punya rumah,” katanya.

Sebelumnya, warga KPAD Gegerkalong, bereaksi keras menjelang pengosongan rumah oleh Kodam III/Siliwangi. Warga menutup total akses jalan masuk ke komplek. Selain itu, barikade dari ban bekas pun disimpan warga di jalan masuk menuju komplek tersebut.

Tidak hanya itu, warga pun bahkan membakar ban bekas tepat di depan gerbang masuk. Asap pekat hitam nampak dari pembakaran ban bekas tersebut.

Selain itu, orang tua siswa SD Sukarasa 3 yang berada di perumahan KPAD Gegerkalong berharap agar proses penertiban dapat dilaksanakan dengan kondusif. Pasalnya, jadwal penertiban yang rencananya dilakukan kemarin, Selasa (19/7), bertepatan dengan jadwal proses belajar mengajar.

“Sebagai orang tua, sebenarnya kami tidak ingin (penertiban, red). Kami ingin Kodam diskusi yang baik, kami enggak ingin ada perlawanan, kalau diskusi kan lebih baik,” ujar Mala Devi (46) orang tua siswa yang juga warga KPAD Gegerkalong kepada wartawan saat ditemui di SD Sukarasa 3, Jalan Pak Gatot, KPAD Gegerkalong.

Mala mengatakan, para orang tua tidak menginginkan adanya kericuhan saat proses penertiban. Sebab, hal itu akan mengganggu aktifitas pendidikan di sekolah tersebut.

“Dari pihak sekolah, orang tua dan warga KPAD juga tidak menginginkan diliburkan. Maka dari itu, bagaimana caranya supaya kondusif saja,” katanya.

Mengantisipasi kedatangan pasukan Kodam III/Siliwangi, warga Komplek Perumahan Angkatan Darat (KPAD) akan berjaga 24 jam. Sejauh ini, warga belum mendapat kepastian waktu terkait kedatangan pasukan Kodam III/Siliwangi yang akan mengosongkan sejumlah rumah di KPAD.

Guswin (45), Ketua Muda-Mudi KPAD Gegerkalong mengatakan, sejumlah warga akan bergantian berjaga di setiap pintu masuk komplek tersebut. Setiap malam, beberapa orang warga mendapat giliran berjaga.

“Kami standby siang dan malam. Ada piket RT. Jadi nanti setiap RT ada perwakilan beberapa orang yang berjaga,” ujar Guswin kepada wartawan di KPAD.

Guswin mengatakan, hal ini warga lakukan untuk mengantisipasi kedatangan pasukan Kodam III/Siliwangi yang berencana melakukan pengosongan sejumlah rumah di KPAD.

“Ini kami lakukan untuk antisipasi kalau mereka datangnya malam atau subuh,” katanya.

Selain adanya jadwal piket jaga, warga pun, lanjut Guswin membuat dapur umum. Hal ini dilakukan lantaran aksi ini akan diprediksi akan berlangsung lama.

“Ada solidaritas dari warga, melihat kondisi seperti ini akan panjang, ada simpatisan yang rencananya mau membangun dapur umum,” tandasnya.(nda)

Loading...

loading...

Feeds

Gandeng LBH Gerakan Pemuda Anshor

POJOKBANDUNG.com, CIMANGGUNG – Untuk melindungi warga karang taruna dan masyarakat Cimanggung yang berurusan dengan masalah hukum, Forum Pengurus Karang Taruna …