Kota Bandung Terapkan Pendekatan Lingkungan Sekolah Berbasis Bandung Masagi

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan (tengah) didampingi Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil (kanan) bersama Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Elih Sudiapermana (kiri) melakukan simbolisasi drngan memukul gendang saat peluncurun program Pengenalan Lingkungan Sekolah Berbasis Pendidikan Karakter di Aula SMAN 8, jalan Selontongan, Kota Bandung, Selasa (19/7). (khairizal maris)

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan (tengah) didampingi Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil (kanan) bersama Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Elih Sudiapermana (kiri) melakukan simbolisasi drngan memukul gendang saat peluncurun program Pengenalan Lingkungan Sekolah Berbasis Pendidikan Karakter di Aula SMAN 8, jalan Selontongan, Kota Bandung, Selasa (19/7). (khairizal maris)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG–Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Anies Baswedan mengatakan, tahun ajaran ini lingkungan sekolah harus menjadi lingkungan belajar yang menantang, menyenangakan, dan bebas dari segala bentuk perpeloncoan kekerasan. Konsep Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) ini adalah menggali potensi diri anak dan mengenali potensi kesempatan apa yang ada di sekolah. ‎


“Konsep pengenalan lingkungan sekolah ini adalah mengenali potensi diri anak dan mengenali potensi kesempatan-kesempatan di sekolah, apa yang ada di sekolah kesempatan belajar apa saja dan potensi anak apa saja,” ujar Anies (19/7).

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan. (khairizal maris)

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan. (khairizal maris)

Kota Bandung sendiri telah menerapkan konsep Bandung Masagi yaitu muatan lokal yang diterapkan di lingkungan sekolah. Anies sendiri
meninjau langsung kegiatan pengenalan lingkungan sekolah di SMAN 8 Bandung pada Selasa (19/7).

“Hari ini saya hadir di Bandung karena Bandung membuat terobosan disebut Bandung Masagi. Dan Bandung masagi ini, ada konsep
pengenalan lingkungan sekolah dengan menggunakan pengenalan yang sudah dibangun oleh Wali Kota Bandung Pak Emil,” papar Anies.

Anies mengapresiasi konsep yang sudah disiapkan hampir setahun oleh Walikota Bandung ini yang akhirnya menjadi contoh bagi kota-kota lain.

“Saya sampaikan apresiasi khusus kepada Pak Ridwan Kamil yang sudah menggodok hampir satu tahun konsep ini, dan akhirnya jadi dan menjadi
contoh. Kita harap tempat-tempat lain munculkan pendekatan seperti ini,” papar Anies.

Sementara, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengatakan, berkat program Bandung Masagi ini, di Kota Bandung tidak terjadi tindakan perpeloncoan yang dilakukan di sekolah.‎

“Karena kan kita sudah mewajibkan semua panitianya itu kan guru. Jadi logikanya kalau guru yang jadi panitia PLS Insya Allah tidak ada istilah perpeloncoan,” ujar lelaki yang akrab disapa Emil ini.

Ridwan Kamil menambahkan, sampai sekarang, pihaknya belum menerima laporan adanya perpeloncoan di lingkungan sekolah selama pelaksanaan masa orientasi ini.

“Kita kan sudah meminta guru sebagai panitia. Logikanya, kalau guru yang melaksanakan orientasi tidak akan ada perpeloncoan. Perpeloncoan baru akan terjadi, jika pelaksanaan teknisnya dilakukan oleh siswa senior,” pungkasnya. (mur)

Loading...

loading...

Feeds

Sampah Menumpuk di Pasar Gedebage

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Terjadi penumpukan sampah di Pasar Gedebage, Kota Bandung, Senin (17/5). Tumpukan sampah disebut terjadi menjelang lebaran, akibat …