Razia Parkir Liar, Tim Kesadaran Hukum Gelar Operasi Ini

Razia perkir liar yang digelar Tim Kesadaran Hukum, Senin (18/7). (murwani)

Razia perkir liar yang digelar Tim Kesadaran Hukum, Senin (18/7). (murwani)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG–Guna penegakan hukum 2016, Tim gerakan kesadaran hukum yang terdiri dari Dishub, Satpol PP, TNI dan Polisi menggelar operasi razia terhadap masyarakat yang melanggar peraturan lalu lintas. Operasi penegakan hukum ini mengambil rute Alun-alun Bandung, Jalan Dewi Sartika, Jalan Otista dan Tegalega. Operasi ini dilakukan rutin dua minggu setelah lebaran.


“Dalam rangka penegakan hukum 2016, operasi berlangsung dua minggu setelah lebaran,” ujar Kabid Operasional Dinas Perhubungan, Aswin S Utama (18/7).

Para pelanggar yang ditindak tim adalah warga yang memarkir kendaraan di trotoar, parkir liar dan angkutan yang berhenti sembarangan.

Sejak ada kebijakan penggembokan untuk kendaraan yang parkir liar tidak ada peningkatan yang signifikan, namun banyak masyarakat yang
menjadikan suasana lebaran sebagai alasan untuk melakukan pelanggaran.

“Kalo dibilang meningkat sih tidak, namun ada semacam excuse warga Bandung untuk melanggar aturan, nah ini yang tidak diperbolehkan,” kata Aswin.

operasi parkir liar

operasi parkir liar

Operasi ini dilakukan dalam rangka menyadarkan warga Bandung agar lebih sadar akan peraturan yang berlaku. Sanksi yang diberikan berupa
penilangan dan penindakan disiplin seperti push-up untuk memberikan syok terapi.

“Sanksi yang dilakukan oleh kita penilangan itu sudah ada berdasarkan peraturan atau push up seperti yang dilakukan pak wali,” ungkap Aswin.

Para pelanggar dikenakan denda tipiring sebesar Rp 250 ribu dan uang tersebut akan masuk ke denda pengadilan untuk mencegah para
pelanggar melakukan pelanggaran kembali. Dishub sendiri telah berencana membuat Perda tapi sepanjang itu berada di dalam pemerintahan, Dishub tidak bisa
bertindak lebih jauh karena ada pihak kepolisian.

“Sudah dibuatkan Perda tapi berada dalam pemerintahan kita tidak bisa bertindak jauh karena ada pihak kepolisian yang memiliki kewenangan
dan melakukan tindakan,” tandas Aswin.

Bagi para pelanggar yang motornya dibawa oleh tim dapat mengambilnya di Basement Alun-Alun Bandung. (mur)

Loading...

loading...

Feeds