Kota Cimahi Tidak Akan Diserbu Pendatang

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Cimahi mengklaim Kota Cimahi tidak akan diserbu pendatang. Salah satu faktornya adalah industri di Kota Cimahi yang sedang lesu.


Kepala Disdukcapil Kota Cimahi, M. Suryadi mengatakan industri yang ada di Kota Cimahi menjadi salah satu alasan pendatang hadir. “Sekarang industri tekstil sedang lesu, jadi kemungkinan pendatang tidak akan membludak ke kota Cimahi,” ujarnya saat ditemui di Kantor Pemkot Cimahi, Jl. Rd. Demang Hardjakusuma, Senin (11/7).

“Pabrik juga Fluktuatif buka lowongannya. Kalau sedang banyak produksi, banyak lowongan. Sekarang kan lagi lesu, jadi ga banyak lowongan, dan itu yang membuat tidak akan banyak pendatang,” ia melanjutkan.

Terlebih, Suryadi mengatakan, mengaca pada tahun lalu, pendatang yang datang ke kota Cimahi tidak melebihi angka 5,6 persen meskipun industri tekstil sedang menggenjot produksi.

Meski demikian, Disdukcapil tetap akan melakukan pendataan terkait para pendatang, sekaligus berkoordinasi dengan ketua RT RW setempat.

“Disdukcapil akan menurunkan tim untuk mendata pendatang baru. Para pendatang boleh ke Cimahi kalau ada jaminan keluarga,” terangnya.
Hal senada disampaikan Walikota Cimahi, Atty Suharti yang menginstruksikan Disdukcapil menghitung jumlah penduduk yang datang setelah arus balik.

“Saya instruksikan Disdukcapil melakukan operasi yustisi,” katanya.

Atty menambahkan, untuk mengantisipasi naiknya angka pengangguran, para pendatang sebaiknya mengurungkan niat melakukan urbanisasi kalau tidak siap kerja.

“Memang tidak ada yang melarang untuk melakukan urbanisasi. Tapi sebaiknya, kalau tidak siap kerja lebih baik tidak melakukan urbanisasi,” pungkasnya. (bbb)

Loading...

loading...

Feeds

Karya yang Membuat Tanya

Gedung Munara 99 dan Skywalk Sabilulungan akhirnya telah rampung dibangun. Bangunan yang akan menjadi ikon dan kebanggaan masyarakat Kabupaten Bandung …

Cinta Palsu Negeriku

‎Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Raharja, sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung, menempati peringkat …