17 Wisatawan Digulung Ombak Pantai Selatan, 2 Orang Belum Ditemukan

Petugas mengevakuasi korban tewas yang digulung ombak di Pantai Selatan.

Petugas mengevakuasi korban tewas yang digulung ombak di Pantai Selatan.

POJOKBANDUNG.com, SUKABUMI – Sebanyak 17 wisatawan digulung ombak saat menikmati liburan di pantai selatan Kabupaten Sukabumi. Enam wisatawan tewas, dua orang belum ditemukan dan sembilan lainnya selamat.


Enam korban tewas tersebut yakni, M Iskan (13), Suherlan (16), Kiki Riyadi (17), Dede (13), Inta (35), dan M Andiyan Kaspari (14). Keenam korban tersebut merupakan warga Bekasi, Jawa Barat.

Untuk korban hilang di Pantai Istiqomah, Desa Citepus, Palabuhanratu yakni M. Andiyan Kaspari (14), baru diketemukan sekitar pukul 17.30 WIB, Minggu (10/7).

Sedangkan Mahfudi (16) warga Jampung Jampang Desa Warnaherang, Kecamatan Gunung Putri Kabupaten Bogor dan Nardi (19) warga Kampung Tangkil Desa Gunung Ndut Kabupaten Sukabumi yang hilang di Pantai Kalapa Condong Desa Citepus masih dalam pencarian.

Sekretaris Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) Kabupaten Sukabumi, Yanyan Nuryanto menyebutkan, rata rata dari korban tenggelam merupakan wisatawan yang tak mengindahkan imbauan agar tak berenang di zona terlarang.

“Adapun musibah yang sampai merenggut nyawa wisatawan karena korban terlalu banyak kemasukan air laut,” jelasnya.

Kapolres Sukabumi AKBP Mokhamad Ngajib mengatakan, kesigapan petugas yang baik membuat mayoritas korban berhasil diselamatkan.

Namun demikian, pasca kejadian para korban selamat sempat mengalami trauma. Namun setelah mendapatkan pertolongan medis, mereka bisa kembali seperti sedia kala.

“Berkaca dari kejadian itu, wisatawan diimbau mematuhi rambu yang telah dipasang petugas,” ujar Ngajib.

Selain itu, kata Ngajib, wisatawan agar tidak nekat berenang di lokasi-lokasi yang diberi tanda bahaya seperti berbendera merah, karena lokasi tersebut tidak layak untuk dijadikan area mandi apalagi berenang.

“Pantai Selatan Kabupaten Sukabumi memiliki arus bawah yang deras dan bisa membahayakan. Oleh karena itu, setiap wisatawan agar waspada dan mengawasi anak-anaknya,” bebernya.

Loading...

loading...

Feeds