Salat Ied di Gasibu, Aher Sebut Kepemimpinan dan Kekuasaan Akan Hancur Jika …

Gubernur Jabar Ahmad Heryawan dan istri Netty Prasetyani Heryawan usai pelaksanaan Salat Ied tahun lalu. (Foto: Asep Rahmat)

Gubernur Jabar Ahmad Heryawan dan istri Netty Prasetyani Heryawan usai pelaksanaan Salat Ied tahun lalu. (Foto: Asep Rahmat)

 


POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher) bersama istri dan Wakil Gubernur Jabar, Dedi Mizwar bersama Istri serta ribuan warga Bandung, pagi ini, Rabu (6/7) melaksanakan salat Idul Fitri 1437 H di Lapangan Gasibu, Jalan Diponogoro Kota Bandung.

Meskipun Lapangan Gasibu belum selesai direnovasi (tahap finishing-red) namun salat Idul Fitri tetap bisa dilaksanakan di salah satu lapangan kebanggaan Kota Bandung tersebut. Secara tertib dan seksama Aher yang menjadi Khatib Salat Ied memberikan ceramah begitu menarik dan bisa menjadi pelajaran mengenai kepemimpinan, kekuasan dan peradaban yang akan runtuh bila tidak dibarengi dengan persatuan dan kesatuan.

Kata Aher, peradaban yang dimaksud sudah terjadi contohnya Kerajaan Mesir kuno di bawah Kepimpinan Firaun yang berdiri 3.000 tahun sebelum Masehi sampai 5.000 tahun Masehi, meskipun sempat berjaya berabad-abad lamanya akan tetapi sirna dan hancur.

Kemudian, Kerajaan Persia dengan wilayah kekuasaan terluas dan terbesar di Dunia pada masanya harus hancur karena lemahnya persatuan dan kesatuan para penduduknya.

Lebih lanjut kata Aher, naik turunya suatu peradaban dan kekuasaan akan terus berulang seperti halnya era modern saat ini bagaimana Uni Soviet dengan ideologi komunis-nya begitu Digjaya di kawasan Eropa timur dan Asia tengah yang dan sempat menjadi negara Adidaya dan penguasa, namun kekuatan komunis yang lahir pada 1917 hanya bertahan sampai 1991 setelah pembubabaran oleh
Mikhail Gorbachev.

Selanjutnya, bila melihat Negara-Negara di Uni Eropa sudah mulai goyah karena Britania Raya melakukan referendum untuk keluar dari Uni Eropa.

Menurut Aher, peradaban, kekuasaan, dan kepemimpinan bisa gugur dan terpecah belah apabila generasi kepemimpinan memiliki kelemahan dalam ikatan persaudaraan yang hanya berbetuk duniawi. Padahal, duniawi hanya fana sedangkan persatuan dan persaudaraan akan abadi bila diniatkan karena iman bukan karena ada tujuan.

“Lihat sejarah kerajaan dan negara yang kuat, hebat serta berpengaruh pada masanya akan hancur, dan itu menjadi pelajaran bagi kami (saya-red) bila tidak memiliki generasi pemimpin yang hebat maka nasibnya akan sama,” ucapnya kepada wartawan usai menjalankan Salat Idul Fitri di Lapangan Gasibu Bandung, Rabu (6/7).

Aher bercerita, sebagai mana tujuan pribadi masyarakat Jabar yang memiliki pemahaman utuh dan memiliki dimensi moralitas serta pribadi yang takut berbuat buruk dan takut melakukan penyimpangan itu akan menjadi modal utama untuk Jabar bisa bangkit dari segi dan bidang apapun.

“Bila ilmu bisa dilandasi dengan moral serta iman kemudian dinikmati, Insya Allah kehidupan akan sejahtera begitu juga seorang pemimpin pasti bisa mensejahterakan warganya,” tandasnya.(cr3)

Loading...

loading...

Feeds

SAPA Alfamart, Solusi Belanja Saat Pandemi

POJOKBANDUNG.com – Masa PSBB yang diberlakukan di beberapa kota/ kabupaten membuat toko ritel yang menyediakan kebutuhan sehari-hari terpaksa buka lebih …

Pemkot Belum Bisa Akses TPS Legok Nangka

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Kota Bandung tengah menghadapi masalah dengan Tempat Pembuangan Sampah (TPS). Seperti diketahui TPS Sarimukti masih bisa menerima …

249 Tersangka Curanmor Diciduk Polres

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Reskrimum) Polda Jabar besama Polres maupun Polresta jajaran wilayah hukum Jabar berhasil meringkus …

Jonggol Jadi Jalur Pengiriman Motor Curian

POJOKBANDUNG.com, BOGOR – Wilayah Jonggol menjadi jalur pengiriman hasil pencurian kendaraan bermotor sindikat Cianjur yang diamankan Polres Bogor. Tak jarang, …