Jalur Selatan Nagreg Semakin Dipenuhi Pemudik

Pemudik jelang Lebaran.

Pemudik jelang Lebaran.

 


POJOKBANDUNG.com, NAGREG – Memasuki H-3 Lebaran, pengendara yang melintasi jalur Nagreg (Jalur Selatan) terpaksa harus memperlambat kecepatan. Pasalnya, jumlah volume kendaraan pemudik mengalami kenaikan hingga empat kali lipat dari sebelumnya.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Polisi Yusri Yunus mengatakan, situasi pada jalur tertentu dan jalur utama pemudik dari Kota Bandung menuju Kabupaten Garut dan Tasik kini sudah diberlakukan sistem one way, salah satunya Jalur Nagreg.

“Anggota kepolisian sedang melaksanakan tugas rekayasa arus lalin dengan cara buka tutup pada jalur-jalur tertentu sebagai jalur utama untuk mengurangi kemacetan,” ucapnya kepada wartawan, Minggu (3/6).

Di pihak lain, Anggota Lantas Polres Bandung, Iptu Sudier menjelaskan, diberlakukan sistem buka tutup karena untuk mengurai kemacetan yang cukup padat sejak H-5 Lebaran, sebab di Jalan Limbangan Kabupaten Garut banyak pasar tumpah sehingga terjadi penyempitan jalan.

“Sejak pagi tadi kami sudah melakukan sistem buka tutup bahkan sejak kemarin petang guna mengurai kemacetan,” tegasnya.

Sudier mengungkapkan, antrean kendaraan di Jalur Selatan Nagreg memang cukup panjang hingga kemacetan mengular sekitar 4 kilometer.

“Mulai dari turunan Nagreg hingga Jalan Cagak Nagreg macet total,” paparnya.

Sudier menjelaskan, bagi para pemudik dengan tujuan Tasikmalaya melalui Limbangan dan terkena imbas buka tutup sehingga dialihkan ke arah Garut, maka nanti bisa belok kiri setelah pasar Leles, Kabupaten Garut, dan langsung tembus di pasar Limbangan.

“Meskipun jalan yang terkena pengalihan jalur bedanya cuma 20 Km lebih panjang, namun bagi pemudik dengan tujuan Tasik via Leles, Garut, bisa leluasa karena lebih lancar dan risiko kecelakaannya cukup keci,” pungkasnya.(cr3)

Loading...

loading...

Feeds