Perempat Final Euro 2016 Polandia Vs Portugal: Penderitaan Lewandowski

Robert Lewandowski - Cristiano Ronaldo. Foto: Youtube

Robert Lewandowski - Cristiano Ronaldo. Foto: Youtube

POJOKBANDUNG.com, MARSEILLE – Sama-sama berpredikat sebagai bomber top Eropa, Robert Lewandowski dan Cristiano Ronaldo justru masih melempem hingga Euro 2016 menjelang fase perempat final. Meski begitu, kedua tim tersebut sukses melaju hingga babak delapan besar dan akan saling bentrok Jumat lusa.


CR7- julukan Ronaldo- hanya menceploskan dua gol dari 30 shot-nya untuk timnas Portugal. Sedangkan Lewy, sapaan akrab Lewandowski, belum pecah telur. Mesin gol Bayern Muenchen tersebut hanya mampu melepaskan delapan tendangan dalam 390 menitnya tampil bersama timnas Polandia di Prancis.

Bahkan, torehan lebih mengilap justru dicetak Jakub Blaszczykowski yang berposisi sebagai gelandang Polandia, yakni dua gol. Media-media di Polandia bahkan membuat headline “Penderitaan Lewandowski” atas kinerjanya di Prancis.

“Aku bukan bintang (timnas Polandia, Red). Kami adalah tim,” ujar pemain yang akrab disapa Kuba tersebut kepada Salzburger Nachrichten kemarin (28/6) saat disinggung mengenai performanya yang lebih moncer ketimbang Lewy.

Lewandowski harus bisa mengakhiri catatan negatifnya. Sebab, Portugal adalah lawan yang tidak hanya bisa dikalahkan dengan bermodal hoki. Skill yang mumpuni jelas berpengaruh krusial. Selecao das Quinas juga bukan Swiss yang mereka kalahkan di 16 besar via adu penalti.

Barisan lini belakang Portugal juga terkenal keras dan tanpa kompromi. Pressing lebih ketat dijamin akan diterima mantan penyerang Borussia Dortmund tersebut dalam laga yang akan digelar di Stadion Velodrome, Marseille.

“Bila mereka (Polandia) telah menembus perempat final, berarti tim mereka bagus. Dia (Lewandowski) adalah pemain dengan kualitas luar biasa,” kata Jose Fonte, bek Portugal kepada Goal. “Namun, aku juga bermain di liga yang sangat kompetitif dan sering berhadapan dengan penyerang hebat,” imbuh bek Southampton tersebut.

Setali tiga uang dengan Lewy, Ronaldo juga tengah menghadapi kendala serupa. Performanya, meski telah mencetak dua gol, masih dinilai di bawah standar. Wajar saja. Mantan bintang Manchester United tersebut sudah melepaskan 30 tembakan dan hanya dua gol yang tercipta.

Sangat minim. Padahal, selama membela Real Madrid jumlah golnya sangat menakutkan. 236 laga dengan 260 gol selama tujuh musim. Hal tersebut diperparah dengan gagalnya eksekusi penalti yang dilakukannya kala Portugal bersua Austria pada laga kedua penyisihan grup F.

Meski begitu, pujian dan suntikan moral tetap diberikan kepada CR7. Karena, kontribusi Ronaldo terhadap kiprah Portugal di Euro 2016 juga besar. Sejauh ini Portugal telah menghasilkan lima gol.

Bila bukan karena kontribusi dua golnya kala bermain imbang 3-3 dengan Hungaria pada laga pemungkas penyisihan grup E, Portugal bisa saja tersisih. Pada babak 16 besar, sumbangsih Ronaldo juga besar saat mengalahkan Kroasia 1-0.

Kalau saja dia tidak menghasilkan tendangan yang diblok Danijel Subasic pada menit ke-117 dan disambut sontekan Ricardo Quaresma, Portugal bisa saja tersingkir via adu penalti.

“Jika memungkinkan, aku ingin memasukkan dia (Ronaldo) ke timnas Polandia, meski dia sedang tidak dalam performa terbaiknya,” ujar kiper Polandia Wojciech Szczesny kepada ESPN.

“Tetapi, Portugal tidak hanya Ronaldo. Mereka adalah tim yang tangguh,” sambungnya.

Sanjungan bagi CR7 juga keluar dari tandemnya di lini depan, Luis Nani. Menurut penyerang Fenerbahce tersebut, peran Ronaldo bagi timnya sangat vital. Meskipun tidak mencetak gol, kehadirannya di lapangan bisa membuat konsentrasi lini belakang lawan terfokus kepadanya dan membuat pemain lain bebas.

“Semua tahu kualitas Ronaldo. Dan, dia bisa melakukan yang terbaik kapan pun dan dalam pertandingan mana pun,” ujar Nani kepada Daily Mail.

“Dia adalah pemain fantastis. Semua pemain yang berhadapan dengannya akan mengalami salah satu waktu tersulit dalam hidupnya. Ronaldo bisa membuat perbedaan dan dia juga bisa membungkam kritik yang menerpanya,” imbuh eks pemain Sporting Lisbon tersebut. (io/ca)

 

Loading...

loading...

Feeds