Rusuh Suporter Persija, Klub-Klub Berharap Kemenpora Tak Cabut Izin Kompetisi

The Jak menyalakan flare di sektor 28.

The Jak menyalakan flare di sektor 28.

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA – Kemenpora berencana mencabut izin kompetisi ISC-A 2016 setelah masifnya kerusuhan yang melibatkan suporter sepak bola tanah air sepanjang kompetisi bikinan PT Gelora Trisula Semesta (GTS) itu digelar.


Bentrokan antara The Jakmania, suporter Persija Jakarta dengan aparat keamanan saat Persija menjamu Sriwijaya FC, Jumat (24/6) lalu, adalah pemicunya.

Namun, rencana Kemenpora tersebut menuai resistensi. Sejumlah klub menganggap rencana Kemenpora itu bukan sebuah solusi memajukan industri sepak bola tanah air yang baru beranjak bangkit pasca pembekuan, April 2015 lalu.

“Karena kalau izin kompetisi dicabut, maka akan ada ribuan orang yang menjadi korban. Terutama dari keluarga para pemain dan pelatih,” kata general manager Arema Cronus, Ruddy Widodo.

“Tidak hanya itu, sepak bola indonesia juga akan kehilangan kepercayaan dari para sponsor,” tegasnya.

Bentrokan yang terjadi di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan-Jakarta itu memang menarik perhatian publik sepak bola nasional setelah sejumlah aparat kepolisian dan The Jakmania menjadi korban.

Kondisi itu semakin diperparah dengan adanya puluhan kendaraan bermotor milik pihak kepolisian dan pengurus Persija dirusak serta dibakar oleh masa.

Meski begitu, menurut Ruddy, insiden di ibukota itu tidak lantas menjadi alasan pemerintah untuk menghentikan kompetisi. Karena, bagi dia, apa yang terjadi di Jakarta hanya sebuah insiden lokalisitk di satu daerah.

Sedangkan di daerah lain, kompetisi dan pertandingan masih berjalan lancar. “Jadi, jangan sampai nila seitik merusak susu sebelanga,” katanya.

Hanya saja, lanjut Ruddy, Persija harus tetap mendapat sanksi akibat ulah para supporternya. “Tapi, setelah itu, tingkat pengamanan untuk setiap pertandingan harus ditingkatkan,” papar Ruddy.

Terpisah, Suwanto, direktur Mitra Kukar mengatakan, menghentikan kompetisi sama saja dengan menambah problem baru dalam sepak bola tanah air.

“Karena kompetisi saat ini sudah berjalan bagus. Karena sistem tata kelolanya kompetisi juga sudah lebih baik. Mengapa harus dihentikan,” kata Suwanto.(ben/jpg)

Loading...

loading...

Feeds

Seribu Masyarakat Adat Baduy Divaksin Covid-19

RADARBANDUNG.id- PEMERINTAH terus meningkatkan program vaksinasi Covid-19. Termasuk kepada kelompok masyarakat adat. Seperti vaksinasi Covid-19 untuk seribu masyarakat adat di …