Rusuh Suporter Persija, Begini Pengakuan Ketum The Jak

Kerusuhan The Jak saat Persija menjamu Sriwijaya FC di GBK. foto: Jawa Pos

Kerusuhan The Jak saat Persija menjamu Sriwijaya FC di GBK. foto: Jawa Pos

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA – Rusuh pendukung Persija dalam laga di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) kala Persija Jakarta menjamu Sriwijaya FC, akhirnya membuat laga itu dihentikan di menit ke-77.


Menanggapi aksi suporter Persija yang mencoreng sepkabola Indonesia itu, Ketua Umum The Jakmania Richard Achmad mengakui bahwa kerusuhan tersebut di luar kendali. Akan tetapi, dirinya belum mau bicara banyak karena keadaan masih panas.

“Kondisi spontan, saya di luar diserang karena enggak punya tiket, semuanya di luar kendali,” ucap Richard kepada JawaPos.com (grup pojokbandung.com)

Namun, Ricard menuding pertandingan yang digelar malam hari menjadi biang kerok dari kerusuhan tersebut sehingga psikologi massa sulit untuk dikendalikan.

“Main malam itu psikologis campur aduk, ini terlalu malam sudah capek. Kami tak bisa menyalahkan siapapun. Operator harus dievaluasi. Tadi ada provokator yang masuk. Korban belum tahu,” sebut dia.

Pihaknya sendiri akan berkoordinasi dengan semua pihak untuk menentukan sikap karena masalah ini cukup kompleks.

“Kami akan diskusikan dengan tim kalau bertindak sendiri. Pesan saya karena kondisi, kami sudah imbau kalau cinta Persija jangan gitu,” tandas dia.

Ratusan The Jak menyerbu masuk ke lapangan dan terlibat bentrok dengan pihak kepolisian yang mengawal pertandingan.

Selain merangsek ke tangah lapangan dan terlibat bentrok dengan petugas kepolisian, The Jak juga sebelumnya menyalakan petasan dan flare di tribun penonton sektor 28.

Dari pantauan JawaPos.com, pertandingan sudah cukup panas sejak awal. Beberapa kali letusn petasan dan flare yang cukup keras terdengar dari tribun penonton.

Setelah sebelumnya menjebol salah satu pintu masuk ke dalam SUGBK, puncaknya, ratusan Jakmania pun merangsek masuk ke lapangan dan menyerbu area pertandingan. Akibatnya, para suporter itu pun terlibat bentrok dengan polisi.

Kabarnya, aksi ini sebagai balasan Jakmania kepada aparat kepolisian berkenaan dengan meninggalnya salah satu anggota mereka, Fahreza, beberapa waktu lalu.

Berdasarkan pengamatan langsung, beberapa kelompok suporter memang sempat meneriakkan “pembunuh.. pembunuh..!” ke arah polisi yang bertugas. (ies/ruh/jpg)

 

Loading...

loading...

Feeds

Seribu Masyarakat Adat Baduy Divaksin Covid-19

RADARBANDUNG.id- PEMERINTAH terus meningkatkan program vaksinasi Covid-19. Termasuk kepada kelompok masyarakat adat. Seperti vaksinasi Covid-19 untuk seribu masyarakat adat di …