Melongok Masjid Mungsolkanas, Saksi Bisu Perjuangan Islam

Batu Prasasti Masjid Mungsolkanas Bandung. Foto: Job

Batu Prasasti Masjid Mungsolkanas Bandung. Foto: Job

Pada saat pembangunan, sambung Haris,  sudah sampai kepada keponakan Mama Aden, Zakaria, setelah itu dibangun oleh Abdurahma. Di renovasi lagi lebih besar  tahun 1992 menjadi dua lantai. Selanjutnya tahun 2009 renovasi terakhir, akhirnya merubah wajah Mungsolkanas secara keseluruhan.


Biaya renovasi bangunan seluruhnya, sambung Haris, dari dana swadaya masyarakat sekitar masjid, serta dari para donator dari luar.

“Kita membangun memberanikan diri, jadi gali lubang tutup lubang dan minta kepercayaan dari matrial perusahaan bangunan, sampai pernah minus puluhan juta,” kata Haris.

Menurut Haris, pada saat pembangunan sempat hilang benda-benda bersejarah, kini hanya tersisa satu Al-Quran hasil tulis tangan pendiri Masjid. Selain itu, Masjid Mungsolkanas sempat akan mengalami pergantian nama tahun 1995 menjadi Ar-Rahim.

“Ar-Rahim diambil dari nama pendiri masjid tersebut. Karena setiap penceramah yang datang heran nama Mungsolkanas tidak ada di dalam kamus bahasa Arab, ada juga musala,’ jelas Haris.

Namun, pergantian nama sempat tidak disetujui sejumlah sesepuh dan kerabat keluarga pendiri. Alasannya nama Mungsolkanas penuh dengan makna dari sang pendiri.

“Kalaupun namanya itu, istilahnya tetap kemakmurannya yang harus tetap ada,” ujarnya.

Terlepas dari itu, Mungsolkanas tetaplah masjid tua yang mempunyai nilai sejarah dan saksi bisu perjuangan umat Islam terdahulu. Bahkan kata Haris, masjid ini pernah dikunjungi beberapa wisatawan asing dari timur tengah dan Eropa.

“Banyak dari timur tengah , Yaman, Mesir. Dari Eropa, Belanda datang ke masjid ini, kebetulan lagi jalan melihat Mungsolkanas dan lagsung kesini karena masjid tertua tapi ko bangunanya megah kaya gini,” ujarnya.

Sudah banyak yang berubah dari Masjid Mungsolkanas, hanya tersisa satu Al-Quran yang dipajang apik dengan kaca. Namun, kemegahan itu terus dijaga masyarakat sekitar.

Seolah tidak pernah kehilangan generasi-generasi mudanya, Mungsolkanas saat ini banyak melbatkan generasi muda dalam kepengurusannya.

“Dulu tuh pelaksanaan tarawih, pembayaran fitrah masih orang tua untuk sekarang sudah melibatkan anak muda dalam kepengurusan,” pungkas Haris. (job)

 

Loading...

loading...

Feeds