Waspada, Jalur Mudik Selatan Jabar Kurang PJU dan Rawan Longsor

Jalur Mudik_Khairizal Maris_

Jalur Mudik_Khairizal Maris_

 


POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Memastikan kesiapan annggota kepolisian, sarana prasara serta kondisi jalan, Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Bambang Waskito melakukan penelusuran arus mudik, Rabu (22/6). Dari Hasil Pantauan di lapangan, Bambang banyak menemukan beberapa kekurangan sarana dan prasarana, mulai dari petunjuk arah hingga yang paling penting yakni Penerangan Jalan Umum (PJU).

“Prinsipnya para jajaran sudah siap, tapi ada hal yang harus di usulkaan dan dikerjasamakan dengan instansi lain diantaranya PJU,” kata Bambang kepada wartawan, Rabu (22/6).

Berdasarkan hasil laporan, Bambang menyebutkan, setidaknya ada 119 PJU mulai dari Negreg hingga Kecamatan Salawu Kabupaten Tasikmalaya yang kondisinya mati. Bambang meminta dinas terkait untuk segera memperbaiki PJU yang rusak.

“Hasil laporan dari anggota saya ada 119 PJU yang mati dari mulai nagreg sampe singaparna ini. Kita akan memnta dinas terkait untuk memperbaiki. Saya akan nanyakan nanti ke setiap polres sudah diperbaiki apa belum,” tambah Bambang.

Selain kurangnya PJU, Kapolda juga melihat jalur selatan Jawa Barat rawan longsor, karena banyaknya tebing.

“Yang kedua jalur ini rawan longsor, tapi berdasarkan laporan kapolres, anggota sudah siap dan sudah berkordinasi dengan PU untuk stand by alat berat,” ujar Bambang.

Kapolda juga memberi perhatian pada jalur mudik Tasikmalaya-Garut via Singaparna dan Jalur Tasikmalaya-Garut via Gentong.
Menurutnya, dua jalur ini selain sebagai jalur utama pemudik menuju ke Jawa Tengah, namun minim jalur alternatif bahkan kondisinya rawan longsor. Karenanya, kesiapan anggota dibutuhkan.

“Jelas sangat menggangu, karena jalur ini minim alernatif. Kita upayakan jalur utama ini clear dari kejadian (longsor), namun jika terpaksa kita alihkan ke jalur pantai selatan yaitu Pameungpeuk,” kata Kapolda.

Bambang meminta seluruh Kapolres di jalur Selatan Jabar ini untuk menyiapkan pasukan khusus mengantisipasi bencana.

“Kita tempatkan personel khusus di jalur rawan longsor, biar jika ada longsor cepat ditangani,” pungkasnya. (nda)

Loading...

loading...

Feeds