Melongok Masjid Al-Imtizaj, Masjid Mungil Nan Unik Bernuansa Tiongkok

Tampak keunikan Masjid Al-Imtizaj dengan warna dinding mencolok ditambah ornamen lampion terbang berwarna merah. Foto: Foto: Aulia Rahman/job

Tampak keunikan Masjid Al-Imtizaj dengan warna dinding mencolok ditambah ornamen lampion terbang berwarna merah. Foto: Foto: Aulia Rahman/job

POJOKBANDUNG,com, BANDUNG – Masjid Al-Imtizaj terletak di Jalan Banceuy. Letaknya sangat strategis karena berada di pinggir jalan raya. Dengan warna dinding yang cukup mencolok, warna kuning dan merah yang mendominasi, ditambah ornamen lampion terbang berwarna merah membuat orang penasaran.


Dan  baik wisatawan lokal maupun mancanegara yang beragama Islam dapat dengan mudah menemukan masjid ini. Masjid ini bisa digunakan pada pukul 11.40  hingga 19.40. Namun, di bulan suci Ramadan, masjid ini dibuka sepanjang waktu.

Di depan masjid, terdapat ada sebuah gapura dengan gerbang berbentuk oval yang menjadi pintu masuk ke areal masjid. Atap dari gapura memang bergaya Tiongkok, namun di atasnya ada kubah yang menjadi ciri khas bangunan masjid.

“Sehingga masjid ini disebut kelenteng berkubah,” kata Ketua Dewan Keluarga Masjid (DKM) Al-Imtizaj Muhammad Yahya Ajlani.

Masjid Al Imtizaj berornamen unik ala Tiongkok sehingga membuat pengunjung yang melihatnya dari kejauhan mengira bahwa bangunan ini adalah sebuah tempat ibadah umat agama lain.

Meski jika dilihat dari luar tampak seperti Klenteng, tempat ibadah orang Tionghoa, tapi bangunan berwarna kuning dan merah ini bukanlah klenteng, melainkan masjid.

Masjid ini terbilang mungil, karena berukuran tidak terlalu besar namun bertingkat dengan jendela lebar di sisi atas bangunan. Masjid ini membuat jamaah beragama Islam betah karena tempatnya bersih dan suasana yang nyaman ditandai banyaknya tanaman pun membuat suasana masjid menjadi sejuk.

Sementara untuk pemberian nama Al Imtizaj sendiri diambil dari bahasa Arab yang artinya pembauran, atau bahasa mandarinnya ‘ronghe’. Jadi diupayakan dengan masjid itu, ada pembauran antara yang lama dengan yang baru, antara pemerintah dengan muslim sendiri, antara mereka (Muslim Tionghoa) dengan birokrasi pemerintahan.

“Diberi nama Imtizaj, itu Bahasa Indonesianya berarti pembauran, kalau bahasa sananya (Mandarin), ‘ronghe’. Inginnya masjid ini jadi pemersatu,” ujar Yahya.

Untuk tempat duduk, di bagian halaman depan disediakan tempat duduk berbentuk gazebo kecil yang bisa ditempati oleh empat orang. Bangkunya terbuat dari keramik, sedangkan mejanya dari kayu. Ada juga satu bangku dan meja kayu yang diberi payung penutup di atasnya sehingga jamaah tidak akan merasa kepanasan jika datang saat siang hari.

Loading...

loading...

Feeds

Setahun Zona Merah di Indonesia

PADA 2 Maret 2020, Presiden Jokowi mengumumkan dua warga Depok, Jawa Barat, terpapar virus mematikan Covid-19. Setelah pengumuman menyeramkan itu, suasana …

46 Warga Kampung Jati Dievakuasi

POJOKBANDUNG.com, SUKABUMI – Aktivitas bencana pergerakan tanah yang memprakporandakan tiga perkampungan penduduk di wilayah Desa Mekarsari, Kecamatan Nyalindung, kian meluas …

Korban Banjir Terjangkit Ragam Penyakit

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Banjir yang sempat melanda wilayah utara (Pantura), Subang menimbulkan dampak penyakit bagi warga, yakni penyakit gatal pada …

Bakti Sosial Dosen untuk Masyarakat

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Sepuluh dosen Program Studi Pendidikan Guru (PG) PAUD IKIP Siliwangi Bandung melaksanakan kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) …

Sumber Bantuan Perbaikan RTLH di Cimahi

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH) di Kota Cimahi segera dilaksanakan. Rencana pelaksanaannya di bulan Maret atau …