Kebutuhan Air Bandara Internasional Jawa Barat Kertajati 60 Liter/detik

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Kebutuhan air untuk operasional Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Kabupaten Majalengka diprediksi mencapai 60 liter per detik. Jumlah air tersebut diperlukan untuk menunjang setiap aktivitas di bandara yang ditargetkan beroperasi pada 2017 mendatang itu.


Hal ini terungkap saat PT Bandarudara Internasional Jawa Barat (BIJB) dan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Majalengka melakukan penandatangan nota kesepahaman (MoU) terkait perencanaan pengembangan sarana penyedia air minum atau air besih di BIJB Kertajati, Selasa (21/6), di Kota Bandung.

Penandatangan MoU antara PT BIJB dan PDAM Kabupaten Majalengka ini dilakukan oleh Direktur Teknik dan Pengembangan PT BIJB Yon Sugiono Kahfie, dan Direktur PDAM Kabupaten Majalengka Agus Andri. Yon mengatakan, pembangunan Bandara Internasional Kertajati ini ditargetkan selesai pada November 2017 mendatang.

Sehingga, berbagai kesiapan dan kerjasama dengan pihak lain harus tuntas untuk mendukung operasional bandara tersebut.

“PDAM Kabupaten Majalengka ini merupakan salah satu pihak yang siap mendukung rencana kami, terutama dalam hal penyedian air bersih,” katanya.

Dia menyebut, pengoperasian bandara tidak mungkin berjalan tanpa adanya dukungan air bersih. Dia menilai, PDAM Majalengka saat ini mampu menyediakan air bersih dengan kapasitas 150 liter per detik.

Adapun yang terpakai oleh masyarakat baru sekitar 25 liter per detik.

“Kebutuhan tahap awal 30 liter per detik. Jadi kami melihat PDAM Majalengka sudah siap akan hal ini,” bebernya.

Untuk pengembangan BIJB Kertajati, menurutnya dibutuhkan lebih besar lagi pasokan air, terlebih setelah terbangunnya kawasan aero city. Sehingga, perlu langkah lain untuk memenuhi kebutuhannya.

“Jadi PDAM Majalengka bekerjasama dengan BUMD Jabar yakni PT TGR untuk memproduksi air dari Waduk Jatigede,” katanya.

Direktur PDAM Kabupaten Majalengka Agus Andri Subandri mengatakan, untuk menyuplai kebutuhan air bersih bagi BIJB Kertajati, pihaknya akan memasan pipa sepanjang lima kilometer.

“Jadi letak pipa kami yang ada terdekat menuju Bandara Kertajati itu ada di ujung pemukiman Desa Kertajati dan Desa Bandarjati. Jadi tinggal disampungkan saja sekitar lima kilometer dari salah satu desa tersebut,” katanya.

Dia mengakui, lokasi pemasangan tersebut belum pasti, sehingga pihaknya tinggal menunggu dari PT BIJB untuk penunjukkan titiknya. Agus menambahkan, total nilai investasi untuk mengembangkan sarana penyediaan air bersih di bandara tersebut mencapai sekitar Rp 5 miliar.

Sementara itu, BIJB Kertajati menargetkan 2,7 juta penumpang pada tahun pertama pengoperasiannya. Jumlahnya diharapkan meningkat dua kali lipat pada 2019.

“Masuknya (maskapai) Citylink dengan kami maka jumlah penumpang satu juta per tahun sudah kita pegang. Insha Alloh kami optimis target 2,7 juta penumpang di tahun pertama pengoperasian Bandara Kertajati bisa tercapai,” kata Yon.

Dia menjelaskan, saat ini anak usaha maskapai Garuda itu menjadi maskapai pertama yang akan terbang landas dari BIJB Kertajati. Sehingga, dia optimistis adanya kerjasama ini ikut mendorong percepatan pembangunannya.

Menurut dia, saat ini perkembangan pembangunan BIJB Kertajati untuk paket satu aksesibilitas ke bandara yang dibangun PT Adhi Karya sudah mencapai 25 persen. Diperkirakan tuntas lebih cepat dibanding paket dua terminal utama yang baru mencapai 5,7 persen.

“Kemudian paket tiga bangunan penunjang tiga persen. Dari perkembangan di lapangan per 22 Mei, kami optimis pembangunan sesuai target,” katanya.

Oleh karena itu, dirinya optimistis pembangunan BIJB Kertajati ini bisa selesai dalam waktu dua tahun sesuai harapan Presiden Joko Widodo.

“Mudah-mudahan Bandara Kertajati ini menjadi bandara pertama di Indonesia dibangun dalam waktu dua tahun, karena bandara besar seperti Kualanamu saja butuh waktu enam tahun untuk membangunnya,” pungkasnya. (agp)

Loading...

loading...

Feeds