Mau Mudik? Awas Ancaman Banjir dan Longsor

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA – Ancaman bencana tanah longsor dan banjir masih belum lepas dari penduduk daerah Jawa. Terutama, provinsi Jawa Tengah (Jateng). Dengan curah hujan yang diperkirakan tinggi hingga Maret 2017, kemungkinan banjir dan tanah longsor di musim mudik nanti pun bakal meninggi. Disertai dampak rob yang bisa saja menganggu perjalanan mudik tahun ini.


Kepala Pusat Informasi Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, perkiraan curah hujan tahun ini memang cukup panjang karena La Nina. Intensitas hujan tersebut bakal meningkat pada periode November 2016 hingga Maret 2017 nanti.

“Desember diperkirakan momen dimana  curah hujan mencapai potensinya. Karena itu, potensi longsor akan semakin tinggi,” ujarnya.

Dalam pemetaan BNPB, terdapat 274 kabupaten/kota di seluruh Indonesia dengan potensi longsor kategori sedang dan tinggi. Wilayah-wilayah yang paling berpotensi adalah sepanjang bukit barisan di Sumatera, Sulawesi, Papua, dan Jawa bagian tengah dan selatan.

“Karena itu, saat mudik, daerah yang paling rawan di Jawa adalah jalur bagian tengah dan selatan. Karena jalur-jalur ini melewati kawasan pegunungan dan bukit. Sedangkan, keadaan vegetasi disana semakin memburuk,” ungkapnya.

Jalur selatan dan tengah dipenuhi ancaman longsor, sementara jalur utara dihantui oleh rob. Terutama, di Provinsi Jawa Tengah yang sudah beberapa hari dilanda bencana itu.

Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, banjir rob belum sampai meluas di titik-titik utama di jalur pantura. Banjir yang berasal dari meluapnya air laut tersebut hanya terjadi di depan Terminal Terboyo, Semarang.

“Tempat penting lainnya seperti Stasiun Tawang tidak sampai tergenang banjir rob,” ujar Basuki.

Kendati demikian, ia memperingatkan ancaman banjir rob dan tanah longsor masih menghantui wilayah Jateng.

“Laporan dan prediksi dari Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), yang paling tinggi banjir robnya adalah pada 6 Juli. Tapi kalau pompa-pompa sudah kami pasang dan perbaikan kami selesaikan insyaallah bisa kami atasi,” ujar Basuki yakin. (bil/dod/byu)

Loading...

loading...

Feeds