Daging Celeng dan Gelonggongan di Kota Cimahi Nihil

Pedagang daging sapi menjajakan jualannya.

Pedagang daging sapi menjajakan jualannya.

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Pemerintah Kota Cimahi tidak menemukan peredaran daging celeng maupun gelonggongan. Hal tersebut berdasarkan hasil investigasi Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, Perdagangan dan Pertanian (Diskopindagtan) Kota Cimahi ke empat pasar tradisional Cimahi.


Dengan demikian masyarakat bisa tenang membeli dan mengkonsumsi daging tanpa khawatir kesehatan terganggu. Demikian disampaikan Kepala Bidang Pertanian dan Ketahanan Pangan Diskopindagtan Mita Mustikasari saat dihubungi, Minggu (19/6).

“Kami memastikan di kota Cimahi tidak ditemukan adanya pedagang yang menjual daging sapi gelonggongan maupun oplosan daging celeng,” katanya.

Investigasi dilakukan ke sejumlah pasar tradisional. Selain itu, pihaknya pun menyisir pasar modern untuk memastikan keamanan konsumen.

“Kami ingin memastikan bahwa pangan yang dikonsumsi masyarakat benar-benar layak. Sehingga kami melakukan sidak ke sejumlah pasar tradisional dan modern,” ucapnya.

Kebutuhan daging sapi di Cimahi setiap harinya mencapai 1,5 ton yang beredar di pasar tradisional dan toko modern. Lebih lanjut, daging sapi yang dijual di sejumlah pasar di Cimahi berasal dari sejumlah Rumah Potong Hewan (RPH) antara lain Ciroyom, Cisarua dan wilayah sekitar Cimahi.

Meski tidak ditemukan peredaran daging terlarang, pihaknya akan terus melakukan kegiatan sidak menunggu perintah dari pejabat yang baru.

Sementara itu, ia memastikan persediaan daging sapi di Kota Cimahi akan cukup hingga lebaran, dengan harga di kisaran Rp. 120.000 per kilogram.

“Persediaan cukup sampai lebaran. Tapi kalau untuk harga, kemungkinan akan kembali mengalami lonjakan menjelang Idulfitri,” imbuhnya.

Kenaikan menjelang hari raya dipandang wajar selama tidak lebih dari 10%. “Kalau lebih dari itu biasanya pemerintah melakukan operasi pasar (OP),” pungkasnya. (bbb)

Loading...

loading...

Feeds