Waspada… Pemudik dengan Sepeda Motor Rawan Celaka

mudik_motor_boncengan

mudik_motor_boncengan

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG– Warga yang hendak mudik Lebaran 2016 dengan menggunakan sepeda motor diimbau lebih hati-hati dan waspada. Sebab, risiko kecelakaan bagi pengendara roda dua ini dinilai lebih tinggi dibanding penggunan moda transportasi lain.


Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menilai, risiko kecelakaan pengguna motor ini lebih besar dibanding pengguna bis atau kereta api. Data berbagai instansi dalam setiap tahunnya menunjukkan tingginya angka kecelakaan bermotor pada momentum mudik lebaran seperti saat ini.

Oleh karena itu, Heryawan pun mengimbau warga yang hendak mudik ke kampung halaman agar tidak menggunakan sepeda motor. Pemudik akan lebih baik jika menggunakan moda transportasi massal seperti bis maupun kereta api.

“Saya mohon dan mengimbau kepada seluruh pemudik di Jawa Barat untuk tidak pulang atau pulang menggunakan sepeda motor,” kata Heryawan, di Bandung, Minggu (19/6).

Tingginya risiko kecelakaan ini, kata Heryawan, diperburuk dengan kondisi cuaca saat ini yang diprediksi masih diguyur hujan dengan intensitas tinggi. Hal ini pun berdampak pada kondisi kesehatan jika pemudik menggunakan sepeda motor.

Gangguan kesehatan dan ketidaknyamanan berkendara dalam cuaca yang tidak bagus ini rentan dialami pengguna sepeda motor. “Bagaimana pun karena dia mengendarai sendiri, dia capek, tidak bisa tidur,” katanya.

Akan tetapi, jika warga tetap ingin mudik dengan membawa sepeda motor, menurutnya akan lebih baik jika sepeda motornya diangkut ke kampung halaman dengan menggunakan kereta api. “Kan sekarang ada angkutan ekspedisi. Kalau mau pakai sepeda motor, silakan motornya dikirim lewat ekspedisi, tapi orangnya pakai bis atau kereta api,” katanya.

Agar semakin banyak pemudik yang tidak menggunakan sepeda motor, Heryawan pun mengimbau seluruh perusahaan di Jabar menggelar mudik bareng gratis bagi setiap karyawannya. Heryawan optimistis, semakin banyak mudik bareng gratis, maka pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi khususnya sepeda motor akan berkurang.

Hal ini pun akan berdampak positif terhadap kondisi lalu lintas di jalan. Kemacetan akan lebih terurai jika semakin banyak pemudik yang menggunakan kendaraan umum atau bersama-sama.

“Begitu pun dengan kenyamanan di perjalanan ketika mudik gratis. Mereka nyaman karena bisa bareng-bareng, apalagi satu bisnya dengan orang yang dikenal semua,” katanta.

Pada musim mudik tahun ini, tuturnya, Pemprov Jabar melalui Dinas Perhubungan menggelar program mudik gratis untuk masyarakat umum dan pegawai negeri sipil. Namun, diakuinya mudik gratis yang diberikan tidak akan mampu menampung semua pemudik.

“Pasti terbatas,” ucapnya. Namun, tambahnya, selama inipun terdapat sejumlah perusahaan yang rutin mengadakan mudik bareng gratis bagi karyawannya seperti Honda, PT Telkom, dan Yamaha Indonesia.

Sementara itu, saat disinggung kesiapan Pemprov Jabar dalam mendukung kelancaran arus mudik kali ini, menurutnya belum bisa dijelaskan secara pasti. Hanya saja, instansi terkait di Pemprov Jabar sudah melakukan persiapan sejak jauh-jauh hari, seperti penambahan marka lalu linta oleh Dinas Perhubungan dan perbaikan jalan provinsi oleh Bina Marga.

“Kalau ditanya berapa persen, saya harus tanya dulu. Nanti saya konsolidasi dulu. Tapi laporan atau progresnya terus membaik,” pungkasnya. (agp)

Loading...

loading...

Feeds

Sampah Menumpuk di Pasar Gedebage

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Terjadi penumpukan sampah di Pasar Gedebage, Kota Bandung, Senin (17/5). Tumpukan sampah disebut terjadi menjelang lebaran, akibat …