Normalisasi Citarum Harus Libatkan Semua Pihak

Gubernur Jabar Ahmad Heryawan dan Wagub Deddy Mizwar saat meninjau sampah Sungai Citarum beberapa waktu lalu. Foto: Khairizal Maris

Gubernur Jabar Ahmad Heryawan dan Wagub Deddy Mizwar saat meninjau sampah Sungai Citarum beberapa waktu lalu. Foto: Khairizal Maris

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG- Berbagai persoalan yang terjadi di sepanjang aliran Sungai Citarum tidak akan tuntas jika hanya mengandalkan segelintir pihak saja. Seluruh unsur baik masyarakat, pelaku industri, pemerintah, maupun lainnya harus bersama-sama memiliki komitmen yang baik dalam menjaga kebersihan aliran sungai tersebut.


Hal ini mengemuka saat penanaman 200 pohon oleh PT Lembaga Elektronika Nasional (LEN) Industri bekerjasama LEN Pers Community, di bantaran Sungai Cisangkuy yang merupakan anak Sungai Citarum, di Desa Langonsari, Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Bandung, Jumat (17/6). Acara ini dihadiri Vice President Sekretaris PT LEN Syaifuddin, Camat Pameungpeuk Rusli Baijuri, dan perwakilan seluruh media di Bandung.

Syaifuddin mengatakan, semakin banyak pihak yang terlibat dalam penanganan Sungai Citarum akan berdampak baik terhadap akselerasi normalisasi tersebut. Setiap pihak harus memiliki kepedulian yang baik terhadap kondisi aliran sungai mengingat air sebagai salah satu unsur terpenting dalam kehidupan di dunia ini.

“Semakin banyak komponen yang terlibat, akan segera selesai persoalannya. Apalagi kepedulian terhadap lingkungan ini menjadi isu utama,” ujar Syaifuddin.

Aksi penanaman pohon ini, lanjutnya, merupakan wujud komitmen PT LEN Industri terhadap pelestarian lingkungan. “Sebagai wujud komitmen yang panjang. Ke depan pun komponen masyarakat yang lain harus memiliki komitmen yang sama,” paparnya seraya menyebut kegiatan ini merupakan bagian dari Program Gerakan Sejuta Pohon.

Syaifuddin mengakui, penanaman pohon ini merupakan upaya kecil mengingat banyaknya persoalan yang menyebabkan pencemaran Sungai Citarum. Namun, dia berharap, langkah ini mampu memicu pihak lain untuk melakukan hal serupa demi menjaga kelestarian sungai tersebut.

“Tapi kami berharap ini memiliki manfaat yang begitu besar. Walau ditanam di sini, sesungguhnya manfaatnya bisa dirasakan daerah lain,” pungkasnya.

Perwakilan media, Agustin Purnawan, mengatakan, masyarakat dan industri yang beroperasi di sekitar sungai memiliki peranan yang penting dalam menjaga kebersihan Sungai Citarum. Sebab, penyebab utama pencemaran sungai ini adalah limbah rumah tangga dan industri yang tidak dikelola dengan baik.

“Masyarakat harus mengubah perilaku, jangan lagi membuang sampah ke sungai. Ini hal penting yang harus disadari semuanya, masyarakat dan industri di sini,” katanya.

Hal serupa diungkapkan Camat Pameungpeuk Rusli Baijuri. Dia meminta masyarakat mampu menyelesaikan persoalan sampah di masing-masing lingkungan terdekatnya.

Selain agar tidak lagi mengotori sungai, volume sampah pun akan berkurang jika setiap masyarakat berhasil memroses sampahnya dengan baik. “Harus diubah, agar sampah ini bisa diselesaikan di tataran rumah tangga,” katanya seraya menyebut pihaknya sudah melakukan sosialisasi untuk mewujudkan hal ini.

Selain mengubah perilaku masyarakat, kata dia, pihaknya pun saat ini tengah melakukan perbaikan fisik di aliran sungai tersebut. “Normalisasi masih berlanjut. Ada sodetan, akan disodet nyambung ke Ciranjeng. Sekarang tahap pembebasan lahan,” katanya.

Dia pun mengakui, pemerintah memiliki keterbatasan dalam menormalisasi aliran Sungai Citarum. Oleh karena itu, peran serta semua pihak sangat dibutuhkan agar upaya tersebut berjalan maksimal.

“Anggaran terbatas, sarana terbatas, jadi kami tidak cukup untuk menyelesaikannya. Perlu ada peran aktif semua pihak dan berkesinambungan,” pungkasnya. (agp)

Loading...

loading...

Feeds