Ya Ampun… Jamaah Masjid Gedung Sate Keluhkan Minimnya Takjil

Masjid Al Mutaqqin, Gedung Sate Bandung

Masjid Al Mutaqqin, Gedung Sate Bandung

 


POJOKBANDUNG,com, BANDUNG–Sejumlah jamaah Masjid Al Muttaqin di Gedung Sate, Kota Bandung keluhkan minimnya takjil untuk berbuka puasa. Kejadian ini sudah terulang dua hari berturut-turut.

Jamaah yang hendak shalat Maghrib di masjid tersebut tidak memperoleh takjil atau segelas air minum untuk sekadar membatalkan puasa ketika adzan berkumandang. Kondisi ini dianggap sebagian jamaah sangat ironis dan memprihatinkan mengingat masjid yang berada di areal Gedung Sate tersebut tidak hanya didatangi PNS, namun juga banyak masyarakat umum dan jamaah dari luar.

Namun, sudah dua hari jamaah yang tidak kebagian takjil terpaksa harus berbagi seteguk air minum dari sesama jamaah untuk membatalkan puasa mereka. Hermawan, salah seorang jamaah yang mengaku sudah dua hari berturut-turut ikut salat magrib di Masjid Gedung Sate mengaku sangat menyayangkan kurangnya perhatian pengurus DKM Masjid Gedung Sate terhadap para jamaahnya yang hendak berbuka puasa.

Meski tidak mengharapkan diberi takjil, kata dia, sudah sewajarnya bila DKM menyediakan takjil bagi para jamaahnya, meskipun hanya segelas air putih. “Kemarin banyak jamaah yang enggak kebagian takjil. Kemarin hanya ada sebungkus gorengan. Ada galon air, tapi enggak ada gelas. Untungnya ada jamaah yang membawa satu liter air mineral, akhirnya berbagi air dari jamaah tersebut. Masing-masing dapat seteguk air,” kat Hermawan, di Gedung Sate, Kamis (16/6).

Namun, kata dia, pemandangan berbeda terlihat di lantai dua masjid ini. Puluhan PNS dari Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (BPMPT) Jabar justru menggelar buka bersama di lantai atas.

Meski hidangan mereka berlimpah, para PNS yang tengah berbuka bersama itu tidak membagi takjil mereka untuk jamaah masjid yang lain. “Menurut saya ironis. Di lantai atas banyak makanan dan takjil, tapi di masjid lantai bawah nyari air minum saja susah,” ujarnya sambil geleng-geleng kepala.

Jamaah lainnya, Solihin, mengatakan, minimnya perhatian pengurus Masjid Gedung Sate sangat ironis mengingat masjid tersebut kerap didatangi masyarakat umum yang hendak berbuka puasa atau shalat Maghrib di areal Gedung Sate. Biasanya, kata dia, jamaah salat Maghrib di Masjid Gedung Sate mencapai 2-3 baris atau sekitar 40 hingga 70 orang.

“Namun sudah beberapa hari takjil yang disediakan paling hanya 10 kolak dan gorengan. Makanya banyak yang enggak kebagian,” ujarnya.

Menurutnya, minimnya pasokan takjil di masjid Gedung Sate baru terjadi pada tahun ini. Tahun-tahun sebelumnya pasokan takjil untuk berbuka puasa di Gedung Sate selalu berlimpah dan tidak pernah kekurangan.

Kepala Bagian Humas Pemprov Jabar Ade Sulkasah memohon maaf kepada para jamaah atas ketidaknyamanan tersebut. Dia mengatakan, pihaknya sudah menemui Asisten Daerah (Asda) Pemprov Jabar, Ahmad Hadadi yang juga menjabat Ketua DKM Masjid Al Muttaqin untuk menyampaikan keluhan jamaah Masjid Gedung Sate tersebut.

“Insha Alloh besok-besok siap diperbaiki. Mohon maaf yang sebesar-besarnya,” ucapnya. (agp)

Loading...

loading...

Feeds