Jessica Wongso, Tersangka ‘Kopi Maut’ Mirna Dituntut Hukuman Mati

jessica

jessica

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA – Tersangka pembunuhan Wayan Mirna Salihin Jessica Kumala Wongso didakwa dengan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Rabu (15/6). Perempuan berusia 27 tahun itu diancam hukuman mati.


Dakwaan terhadap Jessica dibacakan Ardito Muwardi, Jaksa Kejari Jakarta Pusat. Dia membacakan dengan runtun kejadian yang dilakukan Jessica. Mulai dari motif, proses melakukan, hingga visum terhadap Mirna.

Dari dakwaan, JPU menjelaskan Jessica sudah mempersiapkan segala sesuatunya. Termasuk ketika Jessica tidak bergerak saat Mirna sedang kejang-kejang. “Saat itu kopi itu berwarna kuning seperti kunyit,” ujar Ardito.

Ardito menyebut, dari hasil pemeriksaan, dalam gelas kopi itu terdapat sekitar 298 mg sianida. jumlah itu jauh lebih besar dari lethal dosis (LDlo) sianida untuk manusia dengan bobot 60 kg yang hanya 171,42 mg.

Sehingga dua ahli kedokteran forensik yang melakukan pemeriksan visum et repertum, menyimpulkan penyebab kematian mirna adalah karena sianida yang jauh lebih besar dari lethal dosis dan menyebabkan erosi di lambungnya. “Diancam dengan pidana dalam pasal 340 KUHP dengan hukuman mati,” ujar dia.

Namun, Jessica mengajukan eksepsi. Pembacaan eksepsi dilakukan dua pengacaranya yakni Sordame Purba dan Otto Hasibuan. Dalam eksepsinya yang berjudul Jessica Mencari Keadilan, tim kuasa hukum memaparkan sejumlah hal terkait dengan bantahan dakwaan.

Seperti misalnya tidak ada orang yang melihat perbuatan Jessica memasukkan sianida ke dalam kopi. Bahkan tidak ada jaksa menyebutkan bagaimana bentuk dan dari mana Jessica mendapatkan sianida.

Selain itu, dalam eksepsinya, ada beberapa hal lain seperti tes lie detector, motif dan jumlah sianida yang disorot. Eksepsi sebanyak 14 halaman itu dibacakan dengan permintaan bahwa tuntutan jaksa itu batal demi hukum atau tidak dapat diterima.

Menanggapi eksepsi, JPU meminta waktu satu pekan untuk memberikan tanggapan. Sidang sendiri akan digelar pada 21 Juni mendatang dengan agenda pembacaan tanggapan oleh eksepsi dari jaksa penuntut umum (JPU). (nug)

Loading...

loading...

Feeds