Pimpinan Satpol PP Harus Turun Langsung Saat Gelar Razia

Ilustrasi

Ilustrasi

 


POJOKBANDUNG.com, BANDUNG–Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Jawa Barat Udjwalaprana Sigit menginstruksikan seluruh pimpinan Satpol PP kabupaten/kota di Jabar untuk turun langsung memimpin setiap operasi yang dilakukan. Hal ini penting untuk menghindari keputusan yang dinilai tidak patut selama dilakukannya operasi.

Sigit mengatakan, instruksi ini merujuk pada contoh kasus yang belum lama ini terjadi di Kota Serang, di mana anggota Satpol PP secara arogan menyita barang dagangan pemilik warung nasi yang beroperasi di siang hari pada bulan puasa ini. “Kami kemarin sudah lakukan rakor se-Jabar. Satpol PP harus lihat kondisi riil di lapangan, makanya pentingnya seorang komandan hadir di lapangan,” kata Sigit di Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu (15/6).

Dia menjelaskan, seorang komandan harus mempunyai naluri cara bertindak yang baik. Sehingga, kehadirannya sangat diperlukan agar operasi berjalan baik.

“Saya intruksikan, tolong sekecil apapun operasi untuk hadir, jangan sampai di luar kepatutan,” katanya. Meski menggelar operasi razia pedagang makanan di siang hari selama bulan puasa ini, Satpol PP tetap harus sesuai dengan standar operasi prosedur (SOP).

Bahkan, menurutnya tidak boleh ada penyitaan dalam razia tersebut. Menurutnya, para pedagang makanan seperti warung nasi dan restoran, selama bulan puasa ini diimbau untuk mengendalikan jualannya.

Sehingga, pedagang bukan berarti dilarang untuk berjualan. “Pengendalian ini di antaranya dengan tetap menghormati yang berpuasa, menutup warung mereka dengan tirai. Meski di dalamnya mereka tetap beroperasi,” bebernya.

Sigit pun menjelaskan larangan yang seharusnya diikuti pedagan. “Yang tidak boleh itu berjualan terang-terangan,” katanya.

Sementara itu, Satpol PP Jabar bersama Satpol PP kabupaten/kota se-Jabar selama sebulan ini menjalankan operasi sandi praja wibawa yang digelar sejak 17 Mei lalu dan akan berakhir pada 18 Juni mendatang. Saat ini, kata Sigit, pihaknya tengah menghimpun data jumlah pelanggaran dan barang bukti yang telah mereka amankan.

Adapun target dalam operasi praja wibawa ini berupa penegakan peraturan daerah, penjualan miras, penanganan prostitusi, penanganan gelandangan, kos-kosan, dan kependudukan. “Kami bersama-sama serentak melakakukan operasi tersebut selama satu bulan ini. Nanti di akhir akan ada evaluasi,” pungkasnya. (agp)

Loading...

loading...

Feeds