Kendalikan Ini, Pemkab Bandung Gelar Pasar Murah Sepekan

Bupati Bandung Dadang Naser meninjau Pasar Murah Ramadan. (mildan)

Bupati Bandung Dadang Naser meninjau Pasar Murah Ramadan. (mildan)

POJOKBANDUNG.com, SOREANG– Pemerintah Kabupaten Bandung menggelar pasar Ramadan Murah selama satu pekan ke depan di Halaman Parkir, Gedung Sabilulungan. Diharapkan, dengan adanya pasar murah, harga sembako selama ramdan ini ini bisa dikendalikan.


Kepala Dinas Koperasi Industri Perdagangan dan UMKM Kabupaten Bandung, Popi Hopipah mengatakan, pasar murah ramadan merupakan agenda tahunan pemerintah Kabupaten Bandung, sebagai upaya pengendalian harga bahan pokok selain operasi pasar.

“Untuk saat ini ada 60 kios yang berjualan di Pasar Murah Ramadan, mereka mulai buka dari pukul 08.00 sampai pukul 17.00,” tutur Popi, selepas pembukaan Pasar Murah Ramadan, Senin (13/6).

Layaknya pasar, barang-barang yang dijual juga tidak jauh berbeda dengan pasar pada umumnya, seperti sembako dan pakaian. Yang membedakan adalah harga yang ditawarkan.

“Harga jelas akan lebih murah, bisa ada perbedaan sampai 40 persen dibanding dengan harga di Pasar. Kareana yang terlibat di sini adalah para produsen langsung,”paparnya.

Dia mencontohkan, untuk gula pasir harga di pasaran saat ini mencapai Rp17.000 tiap kilogramnya, sementara di pasar murah ramadan harganya hanya Rp11.000 tiap kilogram.

Begitupun bawang merah yang hanya dijual Rp20.000 tiap kilogramnya, padahal harga di Pasar bisa mencapai Rp.35.000 tiap kilogram.

“Daging sapi juga hanya Rp80.000 per kilogram, makanya tadi baru sebentar sudah habis,”ujarnya.

Bupati Bandung, Dadang M Naser mengatakan, dengan adanya Pasar murah Ramadan diharapkan bisa menekan dan mengendalikan harga pangan di pasar.

“Biasanya saat ramadan itu harga sulit dikendalikan, sudah menjadi kewajiban pemerintah untuk mengendalikan harga, salah satu caranya dengan menggelar pasar murah dan operasi pasar,”tutur dadang.

Sampai pertengahan ramadan ini, secara umum harga di pasar masih dianggap stabil, namun Dadang memperkirakan kenaikan harga terutama pangan akan terjadi pada jelang Idul fitri.

“Sudah jadi hukum pasar, ketika permintaa naik maka harga juga akan naik,”ujarnya.

Terlebih jika ketersediaan barang tidak ada, maka sudah dipastikan harga akan membengkak. Kabupaten Bandung, merupakan daerah penggasil beras dan sayuran, namun selama ini barang yang dihasilkan banyak dijual ke luar daerah aeperti Jakarta.

“Saya bangga sayuran Kabupaten Bandung sudah dieksport. Tapi harusnya eksport itu ketika kebutuhan lokal sudah terpenuhi. Untuk ramadan seperti sekarang kan harga naik itu karena ada lonjakan permintaan,”ujarnya.

Dengan banyaknya sayuran asal kabupaten bandung yang dieksport, maka secara tidak langsung pendapatan petani juga akan meningkat. (Mld)

Loading...

loading...

Feeds

DWP Jabar Gelar Pelatihan Budi Daya Tanaman Hias

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Jawa Barat berkolaborasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana …

Petugas Temukan Kompor Listrik di Lapas Banceuy

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Banceuy melakukan razia terhadap warga binaannya untuk menyikapi kejadian kejadian di masyarakat, …

Penerima Vaksinasi Masih Fleksibel

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Ketentuan siapa yang bisa menerima vaksin Covid-19, masih fleksibel. Pasalnya, belum ada hasil penelitian yang valid mengenai …

2.280 File Vaksin Sinovac Tiba

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Sebanyak 2.280 file vaksin telah tiba di Gudang Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, Kamis (25/2/2021). Vaksin Sinovac kiriman …

Pemkab Siapkan 1.000 Hektar Lahan

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Bupati Subang, H. Ruhimat menerima kunjungan kerja anggota DPR RI Komisi IV Dr. H Sutrisno, terkait program …