Fortusis Pertanyakan Pungutan di Tingkat SMA

ilustrasi

ilustrasi

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG–Forum Orang Tua Siswa (Fortusis) mempertanyakan iuran yang dipungut di tingkat SMA.


“Yang kami pertanyaan untuk apa biaya itu. Kenapa di SD dan SMP tidak harus ada iuran, tapi di SMA harus ada,” ujar Ketua Fortusis Dwi Sibawanto.

Dwi mengatakan, pungutan itu tidak masuk akal, sehingga merasa perlu dipertanyakan, apakah memang kebutuhan untuk SMA sangat jomplang.

“Kan kalau dipikir-pikir, guru di SD dan SMP juga suka melakukan kunjungan atau perjalanan studi banding. Tapi biaya yang sudah ada cukup kok,” tambahnya.‎

Sementara, pengurus Gerakan Masyarakat Peduli Pendidikan (GMPP) Rusdoyo Punso mengatakan, pungutan di sekolah memang selalu ada.

“Terlebih di bulan puasa seperti ini,” katanya.

Ada iuran untuk munggahan, THR dan lain sebagainya. Ada guru yang secara sengaja mengatakan ‘tahun lalu saya dapat ini..itu’ kepada orang tua murid.
Meski demikian Rusdoyo mengatakan, tidak semua guru meminta iuran.

“Memang tidak semua guru begitu. Tapi selalu ada saja lah,” katanya.

Belum lagi iuran untuk piknik atau perpisahan, seperti yang terjadi baru-baru ini. (mur)

Loading...

loading...

Feeds

Larang Warga Mudik, Kapolri Minta Maaf

POJOKBANDUNG.com – Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo meminta masyarakat dapat memahami kebijakan pemerintah melarang adanya mudik pada periode libur …