Fix, 17 Juni Hari Terakhir Entry By Name

Logo PON 2016

Logo PON 2016

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Ketua Tim entry by name KONI Jabar, Verdia Yosef, menegaskan proses pendataan atlet Pelatda Jabar yang akan berlaga di PON XIX pertengahan September 2016 sudah 50 persen. Diperkirakan, 13 Juni 2016 semua sudah rampung.


Menurut Yosef, sebetulnya secara keseluruhan data atlet Pelatda Jabar sudah masuk. Meskipun hari terakhir entry by name pada 17 Juni 2016 pihaknya optimis bisa merampungkan secara keseluruhan sebelum hari yang ditentukan.

“Pada 13 Juni kita evaluasi semua data, kemudian jeda waktu 3 hari tepatnya 16 Juni kami akan panggil setiap cabor yang bermasalah. Artinya, bila ada kelebihan kouta 1-3 atlet akan dikonfirmasi lebih lanjut,” ucapnya kepada wartawan saat ditemui di Gedung KONI Jabar Kota Bandung, belum lama ini.

Yosep menambahkan, kenapa ditargetkan sebelum hari terakhir entry by name. Kata dia, hal tersebut dilakukan untuk mengkaji ulang berapa jumlah pasti total atlet dari masing-masing cabor supaya tidak menyesal dikemudian hari. Maka dari itu aturan PON XIX/ 2016 akan dipertegas supaya tidak bisa dirubah lagi.

“Jangan ada hal ke
POJcil jadi masalah besar, contohnya saat PON Riau 2012 ada 5 cabor yang dimana Jabar bisa menjadi juara umum tapi karena kontingen lain tidak mengirimkan atlet jadi cabor tersebut dihilangkan,” terangnya.

Disinggung optimis bisa merampungkan pada 17 Juni 2016, Yosef secara gamblang mengaku, progres kerja tim entry by name terus dilakukan setiap hari adapaun kendala yang sering ditemui adalah data administasi tambahan yang normatif. Artinya, proses pendaftaran banyak mengandung unsur strategi.

“Data tambahan bukan terlambat, kendalanya adalah menganalisa secara detail dan pasti. Karena proses pendaftaran mengandung strategis yaitu tidak di awal tapi ada sebagian cabor yang pas 17 Juni. Makanya kami targetkan entry by name bisa selesai sebelum hari-H,” imbuhnya.

Ditanya ada beberapa cabor Pelatda Jabar yang ingin melakukan entry by name pasca 17 Juni 2016, Yosef menanggapi dan tidak mempermasalahkan. Contohnya, tim sepak bola yang baru melaksanakan Babak Kualifikasi (BK) beberapa waktu yang lalu. Menurut dia, memang bisa dilakukan dan pihaknya mempersilahkan mengajukan semua jumlah atlet tapi harus berdiskusi terlebih dahulu. Namun, bila nanti ternyata ada cabor lain kelebihan kouta mau tidak mau harus dicoret.

“Paling nanti oleh tim kebasahan diperiksa, kalau disuruh coret ya harus dicoret,” pungkasnya.(cr3)

Loading...

loading...

Feeds

Momen RAFI 2021, Telkomsel Siaga Maksimalkan Jaringan

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA- Telkomsel siap memastikan ketersediaan kualitas jaringan dan layanan yang prima demi menghadirkan pengalaman digital untuk #BukaPintuKebaikan bagi masyarakat …

PDRI Siap Kawal Distribusi KIP Kuliah Merdeka

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Persaudaraan Dosen Republik Indonesia (PDRI) akan memantau dan mengawal distribusi penyaluran Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah Merdeka …