Alih Fungsi Lahan Hulu Sungai Citarum Sudah Mengkhawatirkan

citarum

citarum

POJOKBANDUNG.com, SOREANG– Alih fungsi lahan di wilayah hulu Citarum, sudah dalam tahap mengkhawatirkan. Pemerintah Kabupaten Bandung, meminta semua pihak untuk turut mengawasi perubahan hutan menjadi lahan pertanian.


Bupati Bandung Dadang M Naser, alih fungsi lahan di wilayah perhutani dan PTPN cukup tinggi, bahkan di Arjasari, Ibun dan Kertasari sekitar 2.500 hektare lahan milik perhutani dan PTPN telah beralih fungsi menjadi lahan pertanian sayuran.

“Saya mendapat lapora dari masyarakat, jika di perkebunan kina di hulu Citarum telah beralih menjadi pertanian sayuran,” tutur dadang.

Dia menduga ada oknum yang menyewakann lahan milik perhutani dan PTPN kepada petani, sehigga banyak lahan yang beralih fungsi. Di sisi lain, pengawasan PTPN dan Perhutani juga kurang maksimal.

“Tidak seperti dulu, penjagaan di hutan dan perkebunan kini lemah. Lahannya cenderung disewakan untuk ditanami. Inilah penyakitnya, yang menyebabkan banjir bandang di mana-mana,” ujarnya.

Sebagai perusahaan BUMN, perhutani dan PTPN seharusnya bisa menjaga lahannya supaya tidak ada alih fungsi yang membahayakan.

Alih fungsi lahan perkebunan atau hutan menjadi lahan sayuran, kata Dadang, berakibat banjir yang membawa sedimentasi tanah ke Sungai Citarum. Hal ini mempersulit upayanya bersama Pemprov Jabar dan Kodam III Siliwangi yang tengah membersihkan Sungai Citarum.

“60 persen peternakan di Kabupaten Bandung telah menggunakan kandang komunal sehingga kotorannya tidak menemari sungai. Pengembangan pertanian berbasis organik dan teknologi terus diterapkan sehingga tidak merusak alam. Jangan sampai upaya untuk memperbaiki lingkungan ini jadi cuma-cuma,” katanya.

Langkah lain yang dilakukan untuk memperbaiki lingkungan, tapi tetap menyejahterakan petani, kata Dadang, di antaranya dengan menggalakan penanaman kopi. Tanaman kopi, kata Dadang, selain mencegah longsor dan sedimentasi, juga memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi.

“Penataan di hulu, yakni petani dan peternak, sudah kita lakukan sejak dulu, tinggal perkuat penjagaan hutan. Di hilir, kami masih berusaha tangani sampah, limbah, dan sedimentasi di Citarum. Mengatasi banjir dan memperbaiki lingkungan memang tidak mudah,” katanya.

Untuk penanganan banjir, Dadang mengatakan ajuannya untuk membuka pintu air di Curug Jompong telah dikaji dan direspons positif oleh Jepang. Pengajuan dan kajian ini, kata Dadang, akan diajukan kepada Pemerintah RI untuk segera direalisasikan sehingga banjir di cekungan Bandung akibat luapan Sungai Citarum bisa dikendalikan

Loading...

loading...

Feeds

Cara Memperbarui Whatsapp GB

POJOKBANDUNG.com–DENGAN menggunakan whatsapp GB tentu akan mendapatkan banyak fitur yang tidak di miliki whatsapp resmi. Pengguna dapat menginstalnya melalui berbagai …