Pelempar Kursi yang Melukai Kepala Balai Tahura Diciduk

Pelempar kursi yang melukai Kepala Balai Tahura diamankan polisi. (mildan)

Pelempar kursi yang melukai Kepala Balai Tahura diamankan polisi. (mildan)

POJOKBANDUNG.com, CIMENYAN– Seroang pengurus parkir diamankan satreskrim Polres Bandung karena diduga melakukan pelemparan kursi yang mengakibatkan Kepala Balai Taman Hutan Raya (Tahura) Djuanda terluka pada bagian kepala.


Kasatreskrim Polres Bandung, AKP Niko N Adi Putra mengatakan, penangkapan pengurus Parkir Tahura Djuanda bernama DL (25) tersebut, setelah pihaknya menerima laporan dari Lianda Lubis (52) atau kepala balai Tahura atas penganiayaan terhadap dirinya.

Dalam laporannya, Lianda mengaku telah dianiaya oleh lebih dari 10 orang warga saat melakukan sosialisasi penertiban empat kafe di Tahura, pada Rabu (1/6) lalu sekira pukul 14.30, di ruang audio visual balai Tahura Djuanda.

“Jika melihat laporan dari korban, ada 10 orang yang melakukan penganiayaan, tapi setelah diselidiki, fakta, data dan bukti yang ada, juga saksi-saksi di lapangan, termasuk rekaman video, hanya ada satu orang pelaku,” tutur Niko, Jumat (10/6).

Dari keterangan yang didapat, peristiwa tersebut dipicu ketika sosialisasi penertiban kafe, ketika Kasi Penindakan Satpol PP Provinsi Jawa Barat tengah memberi penjelasan, Lianda mengambil microphone dari pembicara dan turun menuju ke arah tempat duduk peserta.

Pada saat kejadian, Kepala Desa Ciburial yakni Imam Soetanto sempat melarang Lianda untuk mendekati warga, namun tidak diindahkan.

Saat mendekati warga, Lianda menepuk pundak warga bernama Iswanto dengan cukup keras sebanyak dua kali.

Peristiwa tersebut, memicu amarah warga, sempat membuat suasana ricuh. Babinkamtibmas Polsek Cimenyan yang ada di lokasi, berusaha melerai dan mengamankan Lianda.

“Pada saat terjadi kericuhan, DL melempar kursi dari jarak empat meter dan mengenai pelipis kiri Lianda yang menyebabkan luka sobek,” ujarnya.

Nico mengatakan hanya menerima laporan dari korban dan belum menerima laporan dari pihak lainnya, terkait dugaan terdapat korban luka lain dari pihak warga dalam kejadian tersebut. Korban sendiri, katanya, telah menjalani visum dan polisi mengamankan baju berlumuran darah yang dikenakan korban saat kejadian, kursi yang melukai korban, dan handphone berisi rekaman video saat kejadian.

DL mengaku melempar kursi tersebut ke arah kerumunan karena kesal dengan sikap korban yang menepuk bahu seorang warga dengan keras. Akibatnya, DL diancam Pasal 351 ayat 1 dan 2 KUHP dengan hukuman penjara selama dua tahun delapan bulan. (Mld)

Loading...

loading...

Feeds

Bakti Sosial Dosen untuk Masyarakat

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Sepuluh dosen Program Studi Pendidikan Guru (PG) PAUD IKIP Siliwangi Bandung melaksanakan kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) …