Banyak IPWL Enggan Terima Pencandu Anak-Anak dan Perempuan

Khofifah memberikan sertifikat kepada para konselor. nida)

Khofifah memberikan sertifikat kepada para konselor. nida)

 


POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Meski menargetkan 15 ribu pecandu narkoba direhabilitasi pada tahun ini, pelaksanaannya bukan tanpa kendala. Satu di antaranya, tak banyak institusi penerima wajib lapor (IPWL) yang mau menerima pecandu narkoba wanita.

“Hal itu disebabkan pecandu wanita itu lebih njlimet (ribet, red). Ruang untuk rehabilitasi wanita tidak banyak. Kalaupun ada ruang khusus wanita tidak sebanyak untuk laki-laki,” ujar Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, di Hotel Grand Tjokro, Jalan Cihampelas, Kota Bandung, Kamis (9/6) malam.

Selain itu, kata Khofifah, IPWL khusus anak pun masih jarang. Sejauh ini baru ada IPWL khusus anak di Makassar. Pihaknya kini tengah mendorong keberadaan IPWL anak di setiap wilayah.

Menurutnya, keberadaan IPWL anak ini perlu karena banyak ditemukan anak-anak yang mulai menjadi pecandu napza.

“Sekarang (pecandu, red) yang terkecil umurnya 7 tahun. Kita bisa melihat anak-anak itu kemungkinan menjadi korban penyalahgunaan napza karena diekspolitasi orang tua di jalan,” ujar Khofifah.

Ditanya wilayah mana saja yang banyak ditemukan kasus anak menjadi pecandu napza, Khofifah enggan membeberkannya.
Maka dari itu, kata dia, para anak-anak itu harus mendapatkan perlindungan khusus dan penanganannya lebih serius.

“Saya harapkan IPWL lain juga bisa menerima ranak-anak,” tutupnya.(nda)

Loading...

loading...

Feeds