Masuk Kerja PNS Lebih Pagi Solusi Atasi Kemacetan

ilustrasi

ilustrasi

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG–Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) telah mengatur jam kerja pegawai negeri sipil (PNS) selama bulan puasa 2016 ini. Meski begitu, pemberlakuan jam kerja ini bisa disesuaikan dengan kondisi di masing-masing daerah.


Ketua Komisi I DPRD Jabar Syahrir mengatakan, pemerintah daerah lebih mengetahui kondisi setiap PNS-nya selama bulan puasa. Aturan dari Menpan RB tersebut tidak mengikat sehingga bisa saja pemerintah daerah melakukan terobosan terkait jam kerja PNS selama bulan suci Ramadhan ini.

Bahkan, Syahrir menyebut, terobosan ini perlu dilakukan untuk mempertahankan produktivitas dan pelayanan PNS kepada masyarakat. “Selama itu untuk tetap menjaga pelayanan, saya rasa (terobosan) baik-baik saja. Justru memang seperti itu, karena masing-masing daerah punya kearifan lokal,” kata Syahrir di Gedung DPRD Jabar, Kota Bandung, Rabu (8/6).

Syahrir menyontohkan, Pemerintah Kabupaten Purwakarta menerapkan jam kerja PNS yang berbeda dengan instruksi Menpan RB. Daerah yang dipimpin Bupati Dedi Mulyadi ini memberlakukan jam masuk PNS pukul 06.30 dan pulang pukul 13.30.

Menurutnya, hal ini sah-sah saja selama bertujuan untuk menjaga kinerja para abdi negara ini. “Saya rasa itu bagus. Enggak masalah masuk lebih pagi, kan banyak PNS yang harus bangun sahur. Jadi setelah sahur langsung siap-siap kerja,” katanya.

Dengan masuk lebih awal, PNS pun berkesempatan pulang lebih cepat dibanding biasanya. Hal ini akan memberikan waktu banyak bagi mereka untuk menyiapkan keperluan berbuka puasa.

“Lama kerjanya sama kan, hanya digeser waktunya. Jadi seharusnya enggak akan mengurangi kualitas pelayanan. Kinerja jangan sampai merosot,” kata politisi Partai Gerindra ini.

Hal ini, akan berbeda jika terjadi pengunduran jam masuk kerja. Dengan jarak waktu yang cukup lama antara sahur dengan masuk kerja, waktu ini berpotensi digunakan untuk istirahat kembali.

“Sehingga tidak heran kalau nanti banyak PNS yang kesiangan, karena setelah sahur pada tidur lagi,” katanya. Oleh karena itu, Syahrir pun mengapresiasi penetapan jam kerja PNS di Pemkab Purwakarta.

“Silakan daerah lain disesuaikan juga. Kalau memang bagusnya seperti itu, ikuti juga. Mereka (pemda) lebih tahu kondisi di daerahnya masing-masing,” pungkasnya.

Pakar politik dan kebijakan publik dari Universitas Katolik Parahyangan Bandung, Asep Warlan Yusuf mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Purwakarta yang memajukan jam kerja PNS selama bulan Ramadhan dengan dimulai pukul 06.30 dan berakhir pada pukul 13.30. Dari sisi kebijakan publik, kata Asep, dengan jam kerja dimajukan menjadi lebih pagi, produktifitas pegawai akan jauh lebih baik.

“Menurut saya itu kebijakan yang patut diapresiasi. Terobosan yang sangat positif dan kreatif. Banyak maslahatnya. Kalau lebih pagi, para pegawai masih fresh, masih segar ketika bekerja sehingga diharapkan produktifitas pegawai lebih meningkat,” kata Asep saat dikonfirmasi di Bandung, Rabu (8/6).

Menurut Asep, kebijakan masuk kerja lebih pagi selama bulan Ramadhan akan menghilangkan kebiasaan tidur lagi setelah salat Shubuh atau sahur. Akibatnya, tidak jarang banyak PNS yang datang terlambat masuk kerja karena mereka bangun kesiangan.

“Namun dengan jam masuk kerja lebih pagi, kayaknya tidak akan ada pegawai yang tidur lagi. Kalau perlu masuk kerjanya jam 6 pagi. Masyarakat juga akan senang, karena bisa dilayani lebih pagi. Biasanya kan masyarakat harus menunggu siang karena banyak PNS datang terlambat,” jelasnya.

Dari perspektif agama pun, bahkan di luar bulan Ramadhan, ujarnya, Islam mewajibkan agar umat Islam bangun pagi untuk melaksanakan salat Shubuh. Banyak keberkahan dan manfaat yang bisa diperoleh jika umat Islam bangun pagi.

“Waktu di pagi hari bagus sekali bila dipakai kerja. Dipakai belajar. Otak masih jernih, masih segar. Semangat juga masih tinggi. Produktifitas meningkat, rezeki juga lebih ngalir dan berkah. Bahkan umat non muslim juga sudah memahami luar biasanya manfaat bangun pagi,” bebernya.

Secara aturan, Asep menilai, kebijakan masuk pagi selama Ramadhan itu sama sekali tidak menyalahi aturan. Menurutnya, kebijakan masuk pagi tersebut sah-sah saja asal tidak sampai mengurangi durasi jam kerja yang telah ditetapkan.

Selain itu, jangan sampai kebijakan pemberlakuan masuk pagi itu menganggu pelayanan publik kepada masyarakat. “Selain meningkatkan produktifitas pegawai, kebijakan itu positif karena pegawai juga bisa lebih punya waktu untuk beribadah dan berkumpul bersama keluarga,” tambah dia.

Asep mengaku tidak terkejut bila kebijakan Bupati Dedi Mulyadi yang terkait masuk lebih pagi ini diikuti oleh sejumlah kabupaten/kota lain di Jabar seperti Bogor, Karawang, serta daerah lainnya di Jabar. Bahkan, kata Asep, kebijakan tersebut layak juga diterapkan di kota-kota besar seperti Kota Bandung, bahkan di luar bulan Ramadhan.

Selain meningkatkan produktifitas pegawai, kata dia, kebijakan tersebut bisa menjadi solusi mengatasi kemacetan yang selama ini terjadi di kota-kota besar. “Sangat memungkinkan bila juga diterapkan di Bandung. Ini bisa membantu mengurangi traffic jam (jam padat) karena jam berangkat dan pulangnya lebih cepat. Tinggal di atur saja,” ungkapnya.

Tak hanya bagi pegawai atau PNS, kebijakan masuk pagi menurutnya pun bisa diberlakukan bagi anak sekolah. Asep mengaku sangat setuju bila jam masuk sekolah di Bandung diberlakukan lebih pagi.

“Jam masuk pagi misalnya jam 6.30 bagi anak sekolah akan mendisiplinkan anak-anak. Mereka harus tidur lebih awal dan bangun lebih pagi. Kemacetan yang biasa terjadi juga bisa dikurangi. Bandung sudah saatnya memberlakukan kebijakan masuk pagi,” pungkasnya. (agp)

Loading...

loading...

Feeds

Penerima Vaksinasi Masih Fleksibel

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Ketentuan siapa yang bisa menerima vaksin Covid-19, masih fleksibel. Pasalnya, belum ada hasil penelitian yang valid mengenai …

2.280 File Vaksin Sinovac Tiba

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Sebanyak 2.280 file vaksin telah tiba di Gudang Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, Kamis (25/2/2021). Vaksin Sinovac kiriman …

Pemkab Siapkan 1.000 Hektar Lahan

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Bupati Subang, H. Ruhimat menerima kunjungan kerja anggota DPR RI Komisi IV Dr. H Sutrisno, terkait program …

Puluhan Pejabat Ikuti Open Biding

POJOKBANDUNG.com, NGAMPRAH – Sebanyak 27 Aparatur Sipil Negara (ASN) telah mendaftar untuk mengikuti seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) …

BRT Tidak Akan Ganggu Trayek Angkot

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Pengembangan angkutan massal berbasis jalan atau bus rapid transit (BRT) yang melintasi Kota Cimahi sudah memasuki tahap …