Dua Perempuan Asal Medan Terperosok Gorong-Gorong, Satu Selamat, Satunya Lagi ….

Warga menyaksikan tim gabungan tengah melakukan pencarian Riris, wanita asal Medan yang terbawa hanyut derasnya air gorong-gorong. (habibi)

Warga menyaksikan tim gabungan tengah melakukan pencarian Riris, wanita asal Medan yang terbawa hanyut derasnya air gorong-gorong. (habibi)

POJOKBANDUNG.com, BATUJAJAR–Dua orang perempuan warga asal Medan, Ririn Simamora (26) dan Poliyani Sianipar (26) terperosok ke dalam gorong-gorong dan hanyut terbawa arus Sungai Citunjung saat hendak mencari makanan, di Jalan Raya Batujajar, Kampung Citunjung Desa Batujajar Timur, Kecamatan Batujajar, pukul 20.05 WIB (7/6/2016). Satu orang berhasil diselamatkan, sedangkan satu orang lainnya hingga kini masih dalam pecarian oleh tim gabungan.


Warga yang selamat, yaitu Yani Sianipar (26), sementara yang hanyut ke sungai yaitu Riris (25). Berdasarkan informasi yang dihimpun, keduanya warga Medan bekerja di salah satu koperasi di Purwakarta.

Berdasarkan penuturan salah seorang warga Yudi hendrian (40), yang menyelamatkan salah satu korban mengatakan, kejadian bermula pada pukul 20.05 WIB malam, saat dirinya mendengar suara teriakan orang yang berada di seberang jalan saat berusaha memperingatkan kepada korban bahwa di tempat tersebut tidak ada jalan, melainkan selokan.

Yudi yang sedang menjaga warung makanan bersama seorang temannya Imat (20) penasaran dan melihat ke depan warungnya. Seketika dirinya kaget melihat dua orang wanita tersebut masuk ke dalam gorong-gorong dengan volume air sangat deras.

“Saat melihat ada dua orang masuk ke dalam gorong-gorong dan tidak tertangkap, saya langsung berlari ke bagian lain selokan yang terbuka, setelah itu saya langsung mencegat dan menangkap bagian kaki orang pertama dan langsung mengangkatnya dengan perawakan orang pertama sedikit besar dan montok setelah itu reflek saya memegang orang kedua pada bagian kaki, tetapi karena tidak kuat arus yang besar kaki korban pun lepas dari cengkraman tangan saya,” ujar Yadi saat ditemui di lokasi, Rabu (8/6).

Dia mengatakan, saat itu dirinya berteriak minta tolong tetapi warga hanya melihat dari kejauhan. Setelah itu, dia menunggu korban kedua yang belum keluar, dia pun langsung melaporkan ke Polsek Batujajar yang tak jauh dari lokasi kejadian. “Saya pun langsung berteriak minta tolong karena tidak kuat menahan badan yang terbawa air, sementara warga sekitar hanya melihat saja, seketika cengkraman tangan saya pun lepas dari badan korban, sedangkan teman lain mengamankan korban yang selamat, saya pun kembali berlari ke depan bagian yang terbuka gorong sekitar sekitar 10 meter ke depan, tetapi di tunggu tidak ada, dan akhirnya langsung melaporkan ke Polsek Batujajar,” ujarnya.

Camat Batujajar, Jajang Nur Arifin mengungkapkan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 20.00 WIB saat hujan deras. Kedua warga tersebut hendak menuju warung makan dekat lokasi kejadian. Ketika mendekati gorong-gorong, menurut dia, ada warga yang telah memperingatkan mereka. “Namun, karena tidak terdengar atau mungkin tidak mengerti, dua orang itu terus berjalan hingga jatuh ke gorong-gorong,” kata Jajang di lokasi kejadian, Rabu (8/6).

Gorong-gorong di depan Kantor Kecamatan Batujajar tersebut memiliki kedalaman sekitar 70 cm dan lebar 50 cm. Saat hujan deras, gorong-gorong tidak terlihat lantaran air meluap hingga menutupi badan jalan.Beruntung, salah seorang di antaranya, yakni Yani bisa diselamatkan oleh warga. Namun, seorang lainnya terbawa arus sungai yang deras

“Keduanya sebenarnya berpegangan. Namun, hanya seorang yang bisa diselamatkan, sementara yang satunya tidak bisa diselamatkan,” kata Jajang.

Pencarian terhadap korban, Riris hingga kini masih dilakukan. Sejumlah petugas gabungan dari kepolisian, TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, dan tim penyelamat lainnya diturunkan ke lokasi. Sejumlah anggota tim penyelam dari Kopassus Batujajar juga diturunkan. Sementara, upaya pencarian ini disaksikan sejumlah warga sekitar, sehingga membuat lalu lintas cukup tersendat. (bie)

Loading...

loading...

Feeds