Perserosi Jabar Ingin Undang Kontingen Luar Tinjau Venue

 Dua atlet sepatu roda Pelatda Jabar nampak sedang melakukan pemanasan sebelum latihan di GOR Saparua Kota Bandung. (asep rahmat)

Dua atlet sepatu roda Pelatda Jabar nampak sedang melakukan pemanasan sebelum latihan di GOR Saparua Kota Bandung. (asep rahmat)

 


POJOKBANDUNG,com, BANDUNG – Pengurus daerah (Pengda) Persatuan olahraga sepatu roda Indonesia (Perserosi) Jabar, berharap agar pihak PB Perserosi Jabar bisa membuatkan surat undangan Pengda se-Indonesia yang akan menurunkan atletnya di PON XIX/ 2016 untuk melakukan peninjauan venue sekaligus mengenalkan lokasi penginapan dan akses jalan.

Hal tersebut dikemukakan oleh, Ketua Pengda Porserosi Jabar, Erry Sudrajat. Menurut dia, keinginan tersebut dilakukan berdasarkan masukan dari beberapa Pengda yang ingin meninjau secara langsung, adapun bila memang diperbolehkan mereka ingin mencoba venue untuk latihan.

“Lintasan belum sepenuhnya selesai. Jadi kemungkinan yang diundang hanya pimpinan saja, bukan atletnya,” ucapnya kepada Radar Bandung saat ditemui di GOR Saparua Kota Bandung, (7/6).

Erry menjelaskan, selain ingin mengenalkan venue dirinya juga mau menunjukan kesiapan Jabar yang bertindak sebagai tuan rumah PON XIX/ 2016 kepada semua kontingen khususnya cabor sepatu roda untuk memberikan penilaian progres kerja sudah sejauh mana.

“Nanti kami perlihatkan ‘ini lintasan saat tim Pelatda Jabar latihan di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), kemudian ini hotel para kontingen, kemudian kami akan jelaskan akses jalan terdekat dan sebagainya,” ucap Erry .

Erry juga menyebut, pihaknya tidak ingin ketika gelaran PON XIX/ 2016 Jabar para atlet dan pengurus Perserosi dari provinsi lain salah jalan atau ‘awam’ baik terhadap veneu ataupun akses jalan menuju arena pertanding bahkan jalan menuju penginapan (hotel).

“Meskipin ada pendamping, tapi sering kejadian atlet atau pelatih nyasar karena tidak paham dengan lokasi. Jadi kami jauh-jauh hari sudah memperkenalkan lokasi venue di Kota Bandung agar mereka juga tidak kecewa,” tegasnya.

Dirinya berencana, harapan tersebut bisa direalisasikan pascalebaran ketika proses pengecatan lintasan sepatu roda dilakukan.

“Jadi mereka tahu, ini kondisi veneu lintasan, progres pengerjaanya sudah sejauh mana. Agar tidak ada obrolan di luar, bahwa tuan rumah tidak memperbolehkan kontingen lain mencoba venue atau lainnya,” tandasnya.(cr3)

Loading...

loading...

Feeds