Diduga Hasil Curian, Ratusan Motor dan Mobil Disita Polres Cimahi

Polres Cimahi sita ratusan motor diduga hasil curian. (bahi)

Polres Cimahi sita ratusan motor diduga hasil curian. (bahi)

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI–Polres Cimahi berhasil mengamankan 159 unit kendaraan roda dua dan 1 mobil hasil dari Operasi Pekat Lodaya 2016 yang dilakukan selama sepekan mulai 30 Mei sampai 5 Juni 2016. Kendaraan tersebut diamankan karena diduga hasil curian.


Kendaraan tersebut diamankan jajaran Polres Cimahi di wilayah hukum Polres Cimahi yang meliputi Kota Cimahi, Kab. Bandung Barat dan Kec. Margaasih (Kab. Bandung).

Kapolres Cimahi, AKBP Ade Ary syam Indradi mengatakan, kendaraan tersebut diamankan karena tidak ada surat kendaraan.

“Kami masih telusuri apakah orang yang kedapatan membawa kendaraan tersebut patut disangka atau diduga telah melakukan kejahatan, kita masih melakukan penyelidikan,” kata Ade di Mapolres Cimahi Jln. Amir Mahmud, Selasa (7/6).

Namun, ia mengungkapkan beberapa orang telah ditetapkan menjadi tersangka, sedangkan sebagian masih dalam proses hukum.

“Kami akan memastikan apakah tersangka secara sengaja masuk dalam tindak pencurian, atau tidak tau jika telah membeli barang hasil kejahatan,” ujarnya.

mereka yang ditetapkan tersangka membeli atau menerima titipan, jadi mereka adalah end user atau konsumen terakhir yang membeli hasil kejahatan.

Mengamankan kendaraan Ade katakan karena di wilayah hukum Polres Cimahi marak kasus curanmor.

Sebelumnya, pihak kepolisian ia katakan sudah melakukan sosialisasi kepada seluruh masyarakat, bahwa pihaknya menindak tegas terhadap orang yang kedapatan menguasai atau menerima titipan ataupun membeli barang-barang kejahatan.

“Setelah sosialisasi dilakukan, kami kemudian menggelar razia secara selektif dan mengamankan kendaraan-kendaraan yang diduga hasil kejahatan,” ujarnya.

Pihak kepolisian pun melibatkan instansi lain dengan terus berkoordinasi terkait prosesnya. “Dalam tujuh hari terakhir ini kita mengamankan 159 unit kendaraan roda dua dan 1 unit kendaraan roda empat yang diduga hasil kejahatan,” ujarnya.
Ade menyebutkan jija razia yang dilakukan secara intensif tersebut bertujuan untuk mempersempit ruang gerak pelaku curanmor, sehingga pelaku tidak bisa memasarkan hasil kejahatannya.

“Kami akan meningkatkan kembali operasi dan patroli, karena mereka selalu berpindah pindah tempat,” pungkasnya.(bbb)

Loading...

loading...

Feeds