Awal Puasa, Kehadiran PNS Pemprov Jabar Hampir 100 Persen

ilustrasi

ilustrasi

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG–Tingkat kehadiran pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada hari pertama bulan Ramadan tahun ini tergolong baik. Berdasarkan laporan, kehadiran PNS tersebut hampir 100 persen.


Sekretaris Daerah Jabar Iwa Karniwa mengatakan, para PNS Pemprov Jabar tidak menurunkan semangat untuk hadir meski dari sisi jam kerja terdapat perubahan. “Kehadiran hampir 100 persen di hari pertama bulan puasa ini,” kata Iwa, di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (6/6).

Menurutnya, berdasarkan laporan bagian Kepegawaian Pemprov Jabar, dari 1.064 pegawai Setda Pemprov Jabar, yang hadir mencapai 976 orang. “Yang tidak hadir delapan orang PNS, satu tugas belajar, empat cuti, dua sakit, dan satu PNS mendapatkan dispensasi,” katanya.

Iwa memaparkan, relatif tidak ada perubahan yang signifikan meski jam kerja dimulai sejak pukul 07.30 dan berakhir pukul 14.30. Sementara pada hari Jumat, PNS mulai masuk pukul 07.30 dan pulang pukul 15.00.

“OPD yang memberlakukan enam hari kerja, jam masuknya tetap sama, namun pulangnya pukul 14.00. Kecuali Jumat 07.30-14.30,” katanya.

Meski ada pengurangan jam kerja selama bulan suci Ramadhan, para PNS di lingkungan Pemprov Jabar harus tetap produktif. Aktivitas puasa jangan menyebabkan produktifitas PNS menjadi berkurang.

Oleh karena itu, Iwa meminta PNS tetap memprioritaskan pelayanan publik. “Sesuai edaran dari Pak Menpan RB (Yuddi Chrisnandi), PNS harus tetap produktif, tetap disiplin,” ucapnya.

Terpisah, Pemerintah Kabupaten Purwakarta mengaktifkan kembali apel pagi di bulan Ramadhan. Pada bulan lainnya, apel ini tidak diberlakukan.

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mengatakan, khusus satu bulan ke depan para pekerja di lingkungan Pemkab Purwakarta diwajibkan mengikuti apel pagi. Namun, bagi mereka yang berstatus pekerja lapangan seperti tukang sapu dan sopir truk kebersihan atau mereka yang bekerja di sektor pelayanan tidak diwajibkan mengikutinya.

“Apel ini untuk mengecek kesungguhan mereka datang pagi ke tempat kerja. Karena selama bulan puasa jam kerja diubah mulai pukul 06.30 dan pulang 13.30 WIB,” kata Dedi di kantor BPK Perwakilan Jabar, Kota Bandung, Senin (6/6).

Bagi PNS yang tidak mengikuti apel akan dikenai sanksi berupa pemotongan gaji Rp 300 ribu per hari. Selain itu, pihaknya akan memberi surat peringatan bagi yang tiga kali tidak mengkikutinya.

“Tapi saya rasa dengan pemotongan gaji Rp 300 ribu per hari mereka pasti apel. Apalagi kalau mau lebaran seperti ini, pasti sayang kalau kena potongan,” tuturnya.

Kebijakan tersebut memang jauh berbeda dengan peniadaan apel atau upacara pada hari atau bulan biasa. Pada hari biasa, peniadaan apel bertujuan untuk meningkatkan produktivitas pekerja agar waktu bekerja bisa maksimal.

Sehingga, pekerjaan yang terstruktur dan teratur oleh APBD membuat serapan anggaran di Kabupaten Purwakarta menjadi yang tertinggi di Indonesia, yakni mencapai 100 persen. “Sekarang kita lihat, apel itu selama ini malah menimbulkan kebiasaan ceramah. Bayangin setiap hari ceramah, lama-lama mereka kehabisan bahan, jadinya malah jenuh. Dan lucu saja saja saat mereka apel, di belakangnya masih banyak sampah terus kotor,” pungkasnya. (agp)

Loading...

loading...

Feeds

Momen RAFI 2021, Telkomsel Siaga Maksimalkan Jaringan

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA- Telkomsel siap memastikan ketersediaan kualitas jaringan dan layanan yang prima demi menghadirkan pengalaman digital untuk #BukaPintuKebaikan bagi masyarakat …

PDRI Siap Kawal Distribusi KIP Kuliah Merdeka

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Persaudaraan Dosen Republik Indonesia (PDRI) akan memantau dan mengawal distribusi penyaluran Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah Merdeka …