Politisi Hanura Ini Kupas Empat Pilar Bersama HMI

Anggota DPR RI Fraksi Hanura, Arief Soeditomo dalam acara sosialisai empat pilar kebangsaan bersama HMI Bandung di Gedung KNPI Jabar Jalan Soekarno-Hatta Bandung, Sabtu (4/6).  Foto: IST

Anggota DPR RI Fraksi Hanura, Arief Soeditomo dalam acara sosialisai empat pilar kebangsaan bersama HMI Bandung di Gedung KNPI Jabar Jalan Soekarno-Hatta Bandung, Sabtu (4/6). Foto: IST

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG- Pancasila adalah pilar penopang tegaknya Indonesia, maka dari itu tidak hanya sebagai semboyan saja akan tetapi membawa keistimewaan untuk bangsa. Demikian dikatakan Anggota DPR RI Fraksi Hanura, Arief Soeditomo dalam acara sosialisai empat pilar kebangsaan bersama HMI Bandung di Gedung KNPI Jabar Jalan Soekarno-Hatta Bandung, Sabtu (4/6).


Arief mengatakan, Pancasila merupakan dasar negara yang nilai-nilainya diambil dari saripati budaya bangsa Indonesia yang beraneka ragam. Sehingga tidak ada pertentangan dengan budaya, suku bangsa di masyarakat Indonesia. “Bahkan budaya masyarakat adalah penyokong dari tegaknya nilai-nilai Pancasila,” katanya.

Arief mencontohkan, perilaku masyarakat Sunda yang toleran dengan semboyan silih asah silih asuh terefleksi dalam nilai-nilai persatuan dan kesatuan. Karena itu, masyarakat Sunda terkenal masyarakat yang ramah, murah senyum, dan dapat menerima kultur budaya lain, tumbuh dan berkembang di lingkungannya.

“Nilai-nilai tersebut perlu dirawat. Terlalu agung untuk diabaikan, terlalu besar dibiarkan. Internalisasi nilai-nilai budaya daerah dan ideologi Pancasila harus menjadi identitas budaya yang memperkuat dan memajukan kesejahteraan masyarakat,” sebutnya.

Tanpa identitas budaya yang kuat, lanjut Arief, bangsa Indonesia hanya akan menjadi korban karena membiarkan ideologi dan produk negara asing dominan menjadi konsumsi harian anak-anak Indonesia.

Pengaruh asing tersebut adalah bentuk proxy war, yaitu perang yang dilancarkan tidak menggunakan senjata, akan tetapi mempengaruhi pola pikir dan kebiasaan.

“Karena itu identitas budaya meski menjadi karakter yang yang tertanam kuat untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap budayanya sendiri, makanananya sendiri, dan tata cara hidup dan produk bangsa sendiri,” tuturnya.

Dr Berliana Kartakusuma juga menyoroti kehebatan Pancasila. Pancasila sudah diuji oleh sejarah dan terbukti mempunyai kehebatan yang tidak dimiliki ideologi lain adalah kemampuan mempersatukan yang diperkaya oleh perilaku dan tradisi masyarakat.

Senada dengan Arief, Dr. Cecep Darmawan mengungkapkan, bahwa ada keistimewaan dalam demokrasi di Indonesia, dimana Demokrasi di Indonesia adalah hikmat kebijaksanaan. “Pancasila merupakan ciri khas dari bangsa Indonesia, berbicara Indonesia pasti tercermin dalam Pancasila karena Pancasila itu terbentuk daripada kearifan lokal Bangsa Indonesia yang beraneka ragam itu,” tandasnya. (bwo)

Loading...

loading...

Feeds

Larang Warga Mudik, Kapolri Minta Maaf

POJOKBANDUNG.com – Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo meminta masyarakat dapat memahami kebijakan pemerintah melarang adanya mudik pada periode libur …