TEGANG! Eksekusi Kantor Dinas Peternakan Jabar, Begini Kronologisnya

Eksekusi lahan Dinas Peternakan Jabar di Jl Ir H Juanda, Kamis (2/6). (nida)

Eksekusi lahan Dinas Peternakan Jabar di Jl Ir H Juanda, Kamis (2/6). (nida)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Ahli waris lahan yang dipakai kantor Dinas Peternakan Jawa Barat di Jalan I H Juanda (Dago), Bandung, akhirnya bisa bernafas lega.


Tim kuasa hukum ahli waris akhirnya diperbolehkan masuk untuk mengklaim lahan yang selama ini digunakan untuk Kantor Dinas Perternakan Jabar itu.

Klaim tersebut dilaksanakan simbolis dengan memasang spanduk di halaman kantor Dinas Peternakan Jabar. Sebelumnya tim kuasa hukum ahli waris sempat berdiskusi dengan perwakilan pemerintah Provinsi Jabar.

Sejumlah anggota keluarga ahli waris pun terlihat bersuka cita. Ada yang berpelukan dan ada yang menangis. Bukan tanpa alasan, keluarga ahli waris sudah sempat berharap tak ada masalah setelah eksekusi dibacakan. Namun pemerintah Provinsi Jabar keukeuh tak mau tanahnya diklaim. Alhasil hal itu berubah 1,5 jam kemudian setelah ada negosiasi yang cukup alot.

“Alhamdulillah tak bisa terbayangkan karena sudah ditunggu-tunggu selama puluhan tahun,” ujar Metty Adi Kusumah (50), cucu pewaris lahan yang di atasnya berdiri kantor Dinas Peternakan Jabar, Kamis (2/6/2016).

Menurut Metty, setidaknya ada lima ahli waris atas tanah seluas 3.250 meter persegi itu. Namun hanya satu ahli waris yang masih hidup hingga saat ini. Kondisinya pun sudah kurang sehat. Ia mengatakan, ahli waris yang tesisa merupakan cucu dari pewaris, yakni Rd Adi Kusumah.

Sejumlah anggota polisi bertameng berjaga-jaga di depan pintu gerbang Kantor Dinas Peternakan Pemprov Jabar di Jalan Ir H Djuanda No 358 Bandung, Kamis (2/6/2016).

“Belum tahu nanti akan diapakain setelah lahan bisa dikuasai,” ujar Metty.

Sebelumnya diberitakan, juru sita Pengadilan Negeri Bandung membacakan keputusan MA soal eksekusi lahan yang di atasnya berdiri kantor Dinas Peternakan Jabar. Pembacaan eksekusi lahan itu hanya berlangsung sekitar 30 menit.

Namun pemerintah Provinsi Jabar yang diwakili Kepala Satpol PP Jabar, Sigit, meminta pelaksanaan eksekusi itu ditunda.

Tak ayal hal tersebut memancing amarah ahli waris dan keluarga. Teriakan untuk gerbang kantor dibuka pun terlontar dari kerumunan massa. Massa langsung memadati gerbang masuk setelah juru sita PN membacakan keputusan Mahkamah Agung soal eksekusi lahan tersebut.

Perlahan aparat kepolisian mulai merangsek masuk ke tengah kerumunan massa. Polisi pun meminta massa yang tidak berkepentingan unuk menjauhi gerbang masuk ke kantor. Negoisasi pun terus berlanjut.

“Tolong mundur dulu, upaya hukum sedang dilakukan,” ujar Kapolsek Coblong, Kompol Sarce Cristiaty Leo Dima ke arah kerumunan massa.

Negoisasi tak membuahkan hasil lantaran ahli waris tetap menginginkan lahan seluas 3.250 meter yang di atasnya berdiri kantor Dinas Peternakan Jabar dikosongkan. Ahli waris pun mencoba mendobrak pintu gerbang dan sempat bersitegang dengan aparat Satpol PP Jabar.

Tak mau berujung bentrok, gerbang masuk ke kantor pun langsung dijaga aparat kepolisian bertameng hitam. Meski tak berujung ricuh, kerumunan massa pun akhirnya mundur sembari menunggu kepastian eksekusi. Sampai saat ini, kantor Dinas Peternakan Jabar itu urung dieksekusi.(nda)

Loading...

loading...

Feeds