Pendapatan Merosot, Sopir Angkot Minta Bus Sekolah dan TMB Disetop

Ilustrasi demo angkot (Dok pojokbandung.com)

Ilustrasi demo angkot (Dok pojokbandung.com)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Ratusan sopir angkutan kota (angkot) dari sejumlah trayek menyerbu Balai Kota Bandung, Jalan Wastukencana, Kamis (2/6). Mereka mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menghentikan pengoperasian bus sekolah dan Trans Metro Bandung (TMB).


Puluhan angkot tampak terparkir berjejer memenuhi sepanjang Jalan Wastukencana.

Sebelum melakukan aksi unjuk rasa, para sopir angkot lima trayek melakukan mogok massal. Dampaknya, masyarakat pengguna angkot yang dilalui lima trayek itu terlantar.

Kordinator aksi, Rosadi (51) mengatakan, aksi mogok massal ini merupakan bentuk keresahan sopir angkot yang mengalami penurunan pendapat dalam beberapa bulan terakhir. Pasalnya, penumpang lebih memilih Bus Sekolah dan TMB.

“Kondisinya sekarang pendapatan kami sudah turun 80 persen, sejak 3 bulan yang lalu. Buat nyetor aja sulit, apalagi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” katanya saat ditemui di sela-sela aksi.

Ia mengaku, dalam sehari hanya bisa mengantongi Rp 50.000 untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Menurutnya, pendapatan sebesar itu tidaklah cukup untuk memenuhi kebutuhan istri dan tiga orang anaknya.

“Saya harus setor dalam sehari itu Rp 120.000, paling-paling pulang ke rumah cuma bawa Rp 50.000. Mana cukup uang segitu untuk hidup, belum biaya sekolah,” tutur dia.

Atas kondisi ini, ujar dia, para sopir angkot menuntut Pemkot Bandung untuk meniadakan pengoperasi moda transportasi massal tersebut. Pasalnya, sama saja pemerintah membinasakan sopir angkot secara perlahan.

“Selami ini penumpang kami anak sekolah, tapi sekarang direbut (Bus Sekolah dan TMB, red). Kalau masyarakat umum kebanyakan pakai motor,” ujar dia.

Menurutnya, daripada memberikan subsidi kepada Bus Sekolah, lebih baik menggratiskan biaya pendidikan. Sebab, dengan pendapatan para sopir yang semakin tak menentu berdampak terhadap kemampuan membiayai biaya pendidikan anak.

“Kalau mau biaya pendidikan yang gratis bukan bus sekolah. Kami disini punya anak yang harus dibiayai, kalau pendapatan seperti ini gimana caranya?,” pungkasnya.(nda)

Loading...

loading...

Feeds

Pemkot Belum Bisa Akses TPS Legok Nangka

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Kota Bandung tengah menghadapi masalah dengan Tempat Pembuangan Sampah (TPS). Seperti diketahui TPS Sarimukti masih bisa menerima …

249 Tersangka Curanmor Diciduk Polres

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Reskrimum) Polda Jabar besama Polres maupun Polresta jajaran wilayah hukum Jabar berhasil meringkus …

Jonggol Jadi Jalur Pengiriman Motor Curian

POJOKBANDUNG.com, BOGOR – Wilayah Jonggol menjadi jalur pengiriman hasil pencurian kendaraan bermotor sindikat Cianjur yang diamankan Polres Bogor. Tak jarang, …

KKI 2021 Dongkrak Pemulihan Ekonomi Jabar

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Bank Indonesia Jawa Barat dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat bersama Dekranasda Jawa Barat serta stakeholder terkait …

Pantau Pelayanan, Bupati Sidak RSUD

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Bupati Subang H. Ruhimat menggelar inspeksi mendadak (sidak) di rumah sakit umum daerah (RSUD). Hal ini dilakukan …

Kol. Tek Videon Nugroho Yakinkan Sinovac Aman

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Didampingi oleh para Kepala Dinas, Komandan Wing Pendidikan Teknik Kolonel Tek Videon Nugroho, mengikuti Vaksinasi Covid-19 tahap …

Kodam Cendrawasih Siap Dukung PON XX Papua

POJOKBANDUNG.com, JAYAPURA – Dalam rangka meminta dukungan dari Kodam XVII/Cenderawasih, Ketua Umum KONI Jawa Barat, Ahmad Saefudin bersama rombongan melaksanakan …

Minta Warga Waspada Varian Baru COVID-19

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Dinas Kesehatan Kota Cimahi mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi penyebaran Covid-19 varian baru B 117 yang kasusnya …