Pemilik Kios di Pasar Margahayu Dibekuk Polisi, Gara-Gara Jual Daging Ini …

pengungkapan kasus penjualan daging celeng oleh Polres Bandung. (mildan)

pengungkapan kasus penjualan daging celeng oleh Polres Bandung. (mildan)

POJOKBANDUNG.com, MARGAHAYU— Satreskrim Polres Bandung menangkap pemilik kios di Pasar Margahayu Kabupaten Bandung karena diduga telah menjual daging celeng, Kamis (2/6).


Kasatreskrim Polres Bandung, AKP Niko NAP mengatakan, penangkapan pemilik kios daging di Pasar Margahayu berinisial D tersebut bermula dari pembentukan tim khusus dalam menghadapi bulan suci ramadan yang terdiri dari intel, reskrim dan Polsek di wilayah Polres Bandung.

“Tim tersebut, berhasil mengungkap penjualan daging babi yang dioplos dengan daging sapi di salah satu kios pasar Margahayu,” tutur Niko, Kamis (2/6).

Dari kios tersebut, disita empat karung daging celeng, masing-masing karung berisi daging seberat 50 kilogram.

“Pedagang berinisial D dan pekerjanya berinisial AK kami amankan,”ujarnya.

Berdasarkan keterangan dari kedua orang tersebut, daging celeng dikirim dari Jakarta. Saat ini, polisi dari Polres Bandung sedang berangkat ke Jakarta untuk menangkap pemasok daging celeng tersebut.

“Ini sebuah sindikat penjualan daging celeng, karena ada sistem di dalamnya, karena ada penjual dan ada pemasok,” katanya.

Menurut Niko, D, mendapat daging celeng dari pemasok di Jakarta seharga Rp35 ribu tiap kilogramnya. Untuk mendapat keuntungan, dia mencampur daging tersebut dengan daging sapi dan dijual kepada pembeli seharga Rp80 ribu tiap kilogramnya. Supaya pembeli tidak curiga, D mengatakan bahwa daging yang dijualnya adalah sapi import, sehingga harganya jauh lebih murah dibanding dengan daging sapi pada umumnya.

Atas perbuatannya, D dan AK terancam hukuman lima tahun penjara karena telah melanggar Pasal 63 undang-undang nomor 8 tentang perlindungan Konsumen dan pasal 136 undang-undang pangan.

“Kasus ini sedang dalam penyidikan dan pengembangan, masih ada pemasok yang belum ditangkap,”ungkapnya.

Lebih lanjut Niko mengatakan, masyarakat harus berhati-hati dalam memilih daging, jika ditemukan adanya kelainan dari daging sapi yang dibeli, disarankan untuk membeli daging yang lebih aman.

“Jika diketahui ada penjualan daging celeng, segera lapor kepada kami untuk diselidiki dan ditindak jika benar-benat telah melanggar hukum,”tegasnya.

Salah seorang tersangka, D mengaku dirinya melakukan pengoplosan daging celeng selama dua bulan terakhir. (Mld)

Loading...

loading...

Feeds

Momen RAFI 2021, Telkomsel Siaga Maksimalkan Jaringan

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA- Telkomsel siap memastikan ketersediaan kualitas jaringan dan layanan yang prima demi menghadirkan pengalaman digital untuk #BukaPintuKebaikan bagi masyarakat …

PDRI Siap Kawal Distribusi KIP Kuliah Merdeka

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Persaudaraan Dosen Republik Indonesia (PDRI) akan memantau dan mengawal distribusi penyaluran Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah Merdeka …