Pasarkan Produk Ekspor, Indonesia Bidik Tiga Benua

Plt. Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri, Karyanto Suprih memberikan paparannya. (nida)

Plt. Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri, Karyanto Suprih memberikan paparannya. (nida)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Kawasan Amerika Selatan merupakan pasar potensial bagi produk Indonesia, namun nilai perdagangan Indonesia ke kawasan tersebut masih tergolong kecil. Untuk itu salah satu target Kementerian Perdagangan RI dalam meningkatkan nilai ekspor nonmigas akan mulai menjajaki negara-negara di kawasan Eropa Tengah, Afrika dan Amerika Selatan untuk memperdagangkan barang-barang konsumsi utama.


Plt. Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri, Karyanto Suprih mengatakan, meski didera melemahnya nilai ekspor, neraca perdagangan 2015 mencatatkan rekor tertinggi sejak 2011. Neraca perdagangan 2015 surplus hingga USD 7,5 miliar. Jauh lebih baik dibandingkan neraca perdagangan 2014 yang mengalami defisit USD 2,2 miliar. Surplus neraca perdagangan selama 2015 mencatat rekor tertinggi setelah 2011. Peningkatan ini dipicu oleh naiknya ekspor non migas sebesar 10,1 persen.

Di sisi lain terkait dengan melemahnya nilai ekspor, pelemahan ekspor di 2015 juga disebabkan oleh perlambatan perekonomian global. Ekspor non migas ke negara mitra dagang yang turun signifikan, antara lain Hongkong (26%); Uni Emirat Arab (24%), RRT (19,4%), dan Australia (19 %). Tercatat, total eskpor Indonesia selama tahun 2015 ke Pasar Amerika Selatan sebesar USD 2 miliar dimana 99% nya merupakan eskpor non migas Indonesia dengan negara-negara utama pengimpor produk non-migas Indonesia yaitu Brazil, Argentina, dan Peru.

“Melihat fakta ini, kedepannya dalam rangka peningkatan ekspor non migas Indonesia, perlu segera di cari pasar alternative, khususnya di pasar Amerika Selatan,” katanya pada acara Forum Pertemuan ‘Ekspor Pasar Amerika Selatan’ Meraih Pasar Amerika Selatan dalam Rangka Meningkatkan Nilai Ekspor Non Migas Indonesia,” yang digelar Direktorat Fasilitasi Ekspor & Import Dirjen Perdagangan Luar Negeri, Kementrian Perdagangan di Hotel Savoy Homan, Kamis (2/6/2016) pagi.

Meski potensial, katanya, perlu dilakukan langkah-langkah untuk memperbaiki kondisi ini karena secara geografis kawasan Amerika Selatan mewakili 12 entitas politik yang memiliki pandangan yang berbeda terhadap kebijakan pasar bebas. (nda)

Loading...

loading...

Feeds

SAPA Alfamart, Solusi Belanja Saat Pandemi

POJOKBANDUNG.com – Masa PSBB yang diberlakukan di beberapa kota/ kabupaten membuat toko ritel yang menyediakan kebutuhan sehari-hari terpaksa buka lebih …

Pemkot Belum Bisa Akses TPS Legok Nangka

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Kota Bandung tengah menghadapi masalah dengan Tempat Pembuangan Sampah (TPS). Seperti diketahui TPS Sarimukti masih bisa menerima …

249 Tersangka Curanmor Diciduk Polres

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Reskrimum) Polda Jabar besama Polres maupun Polresta jajaran wilayah hukum Jabar berhasil meringkus …

Jonggol Jadi Jalur Pengiriman Motor Curian

POJOKBANDUNG.com, BOGOR – Wilayah Jonggol menjadi jalur pengiriman hasil pencurian kendaraan bermotor sindikat Cianjur yang diamankan Polres Bogor. Tak jarang, …

KKI 2021 Dongkrak Pemulihan Ekonomi Jabar

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Bank Indonesia Jawa Barat dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat bersama Dekranasda Jawa Barat serta stakeholder terkait …

Pantau Pelayanan, Bupati Sidak RSUD

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Bupati Subang H. Ruhimat menggelar inspeksi mendadak (sidak) di rumah sakit umum daerah (RSUD). Hal ini dilakukan …