Coba Kabur, Pelaku Pembunuhan di Arjasari Didor Petugas

petugas memperlihatkan barang bukti yang digunakan tersangka curas beraksi. (mildan)

petugas memperlihatkan barang bukti yang digunakan tersangka curas beraksi. (mildan)

POJOKBANDUNG.com, ARJASARI– Petugas satreskrim Polres Bandung menembak kaki FR (20) pelaku pencurian dengan kekerasan, yang mengakibatkan TH (17) tewas pada Minggu (22/5) lalu di Arjasari Kabupaten Bandung.


Kasatreskrim Polres Bandung AKP Niko NAP mengatakan, penangkapan FR bermula dari hasil penyelidikan kasus perampokan yang menyebabkan TH meninggal setelah ditusuk sebanyak empat kali.

“Tersangka diduga melakukan tindak pidana pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan korban meninggal dunia,” tutur Niko, Selasa (31/5).

Menurutnya, tersangka sengaja mencegat korban di Vila Kaca Perumahan Kota baru Arjasari untuk meminta barang-barang milik korban.

Namun, karena korban melakukan perlawanan, tersangka melakukan penganiayaan dengan cara menusuk korban pada bagian dada kiri dan punggung.

“Ada dua korban, satu TH yang meninggal dunia di tKP, satu lagi teman dari korban, dia mengalami luka sayatan pada bagian paha atas. Tersangka menggunakan penutup wajah untuk menyembunyikan identitasnya,”ujarnya.

Setelah mendapat laporan pembunuhan tersebut, polisi kemudian membentuk timsus untuk mengungkap kasus tersebut.

Setelah tujuh hari melakukan penyelidikan, pelaku dari kasus tersebut mengarah kepada FR. Polisi kemudian melakukan penangkapan terhadap tersangka di kawasan Arjasari.

“Tersangka berhasil kami tangkap hari ini (31/5). Saat akan kami tangkap, dia berusaha melarikan diri, makanya kami memberikan tembakan peringatan, tapi dia tidak memperdulikan, akhirnya kami melumpuhkannya dengan cara menembak betis kirinya,”ucapnya.

Niko melanjutkan, tersangka merupakan warga di sekitar lokasi kejadian dan mengetahui betul lokasi, sehingga setelah melakukan pembunuhan, dia dengan mudah melarikan diri.

“Rumah tersangka dengan TKP hanya berjarak kurang dari satu kilometer,”imbuhnya.

Satreskrim Polres Bandung masih melakukan pengembangan terhadap kasus tersebut, karena disinyalir masih terdapat kasus lainnya.

“Tersangka merupakan residivis pada kasus berbeda,”katanya.

Atas perbuatannya, FR terancam pasal 365 ayat 2 dan 3 KUHPidana dengan ancaman hukuman penjara selama-lamanua 12 tahun penjara atau 15 tahun penjara dan atau hukuman mati. (Mld)

Loading...

loading...

Feeds

Larang Warga Mudik, Kapolri Minta Maaf

POJOKBANDUNG.com – Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo meminta masyarakat dapat memahami kebijakan pemerintah melarang adanya mudik pada periode libur …