2016 Pelanggaran Lalu Lintas Naik, Angkanya Capai Segini…

Ilustrasi- Ramdhani

Ilustrasi- Ramdhani

POJOKBANDUNG.con, BANDUNG – Rekapitulasi Laphar Ops Patuh Lodaya 2016 periode 16-28 Mei 2016, pengendara yang terkena tilang dibandingkan periode 2015 naik hingga 61 persen.


Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Yusri Yunus mengungkapkan, terkait data pelanggaran lantas tahun lalu ada 59.128 pengendara yang terkena tilang dan tahun ini 95.217 atau naik 61 persen.

Selain itu, teguran yang diberikan di tahun 2015 hanya 3.357 pengendara, namun tahun ini meningkat hingga 15.565 atau 364 persen.

“Total pelanggaran naik 48.256 perkara atau 77 persen dengan total 110.741 perkara. Sementara tahun lalu hanya 62.485 perkara,” jelas Yusri kepada wartawan di Polda Jabar, Minggu (29/5).

Berikut perincian pelanggaran Lantas dengan barang bukti yang disita adalah SIM (25.026), STNK (67.995), dan ranmor (2.196). Ranmor yang terlibat, sepeda motor (80.715), mobil penumpang (8.845), mobil bus (920), mobil barang (4.441), dan kendaraan khusus (295).

“Pekerjaan pelaku mulai PNS ada 2.791, karyawan ada 52.153, dan lainnya 7.937,” tambahnya.

Jumlah laka yang terjadi di Jawa Barat selama Ops Patuh Lodaya ada 93 kejadian, angka ini turun 24 persen dibandingkan tahun lalu hingga 123 kejadian.

Rincian korban laka yang meninggal dunia di tahun ini hanya 10 orang atau turun 60 persen jika dibandingkan tahun lalu mencapai 25 orang. Korban luka berat tahun ini pun turun 34 persen, tahun ini hanya 33 orang jika dibandingkan tahun lalu capai 50 orang. Korban luka ringan tahun ini turun 6 persen dengan total 119 orang jika dibandingkan tahun lalu 125 orang.

“Kerugian materil tahun 2015 (301.700.000) dan tahun ini (292.300.000) atau turun 3 persen. Barang bukti yang disita SIM (61), STNK (104), dan ranmor (139).

Pekerjaan korban PNS (10), karyawan (76), pelajar (22), pengemudi (6), TNI (1), Polri (2), dan lainnya (45).

“Korban TNI bernama Asep Kodiat dari Polrestabes Bandung, Korban Polri bernama Aipda Sukirno dari Polres Cirebon dan Bripka Sopyan dadi Polres Sukabumi.

Rincian ranmor yang terlibat, sepeda motor (97), mobil penumpang (23), mobil bus (9), mobil penumpang (23), mobil barang (21), kendaraan khusus (1), dan nonramor (2).

Pekerjaan pelaku mukai dari PNS (4), karayawan (38), pelajar (13), pengemudi (9), TNI (1), Polri (6), dan lainnya (22).

Berikut rincian laja per-Polres, Polres Bogor Kota ada 6 kasus, Polres Sukabumi ada 3 kasus, Polres Purwakarta ada 1 kasus, Polres Karawang ada 16 kasus, Polres Cimahi ada 2 kasus, Polres Bandung ada 2 kasus, Polrestabes Bandung ada 1 kasus, Polres Garut ada 9 kasus, Polres Sunedang ada 5 kasus, Pilres Ciamis ada 3 kasus, Polres Banjar ada 1 kasus, Pokres Cirebon Kota ada 7 kasus, Polres Cirebon ada 6 kasus, dan Polres Indramayu ada 31 kasus.(nda)

Loading...

loading...

Feeds