Kurangi Konsumsi Beras, Dispertapa dan PKK Bandung Gelar Lomba Ini

ilustrasi

ilustrasi

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG–Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispertapa) dan Tim Penggerak PKK Kota Bandung menggelar lomba kreativitas Beragam Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA). Kegiatan lomba ini untuk mengurangi konsumsi beras dan terigu di kalangan masyarakat Kota Bandung,


“Kita melibatkan 30 tim penggerak PKK, agar bisa mempraktekan sehari-hari,” ujar Kepala Dispertapa Kota Bandung Elly Wasliah, kepada wartawan (25/5).

Elly mengatakan, dalam perlombaan ini, menang tidaklah penting. Melainkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mengurangi konsumsi beras.

“Karena konsumsi beras di Kota Bandung sekarang, masih sangat tinggi,” tegas Elly.

Program diversifikasi pangan ini, memang untuk mengurangi konsumsi beras dan terigu. Karena konsumsi beras di Kota Bandung masih 96 kilogram per kapita per tahun.

“Kita harus bisa menekan sampai 80 kilogram per kapita per tahun. Karena angka 96 kilogram per kapita per tahun masih tinggi,” paparnya.

Menurut Elly, tidak mudah mengubah pola pikir masyarakat yang terbiasa makan nasi. Meski sebenarnya, bahan makanan dari umbi-umbian yang non nasi, sangat baik untuk kesehatan.

“Masih banyak yang berpikir, belum makan kalau belum makan nasi. Padahal sudah ngemil lontong dan lain-lain,” kelakarnya.

Karenanya, lanjut Elly, pihaknya lebih gencar menggelar sosialisasi kepada anak sekolah.

“Karena lebih mudah menanamkan sesuatu yang baru kepada anak sekolah, ketimbang kepada orang tua,” tambahnya.

Elly sendiri mengakui, sudah banyak jajanan anak sekolah yang menggunakan bahan dasar umbi-umbian.
Selain itu, juga sudah ada corn rice, yang bisa dikonsumsi sebagai pengganti beras.

“Rasanya memang sedikit berbeda dengan nasi biasa. Tapi kalau sudah menjadi kebiasan, nanti juga akan terbiasa,” pungkasnya. (mur)‎

Loading...

loading...

Feeds