Jelang Puasa, BPOM Bandung Pelototi Produk Pangan Olahan

ilustrasi

ilustrasi

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG– ‎Jelang Ramadan dan Idul Fitri 1437 Hijriah 2016, Balai Pemeriksa Obat dan Makanan (BPOM) Bandung mulai mengintensifkan pengawasan seiring meningkatnya permintaan terhadap produk pangan olahan dalam kemasan.


“Saya sudah mendapatkan intruksi dari Kepala BB/BPOM agar melakukan intensifikasi pengawasan obat dan makanan di dua pekan sebelum bulan suci serta satu minggu sebelum Hari Raya,” ujar Kepala BPOM Bandung Abdul Rahim, kepada wartawan, Selasa (24/5).

Pengawasan juga dilakukan di emperran jalan, dan jajanan-janan di tempat panganan berbuka puasa.

“Walaupun sebenarnya, para penjual tersebut berada dalam ranah Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung,” ungkap Abdul.

Abdul berharap, adanya peran masyarakat untuk ikut mengawasi.

“Artinya, ketika melihat sesuatu yang mungkin ditambahkan bahan kimia diharapkan segera melapor,” imbuhnya.

Hingga kini, Abdul mengaku, pihaknya belum menemui adanya produk pangan berbahan kimia. Biasanya, produk pangan olahan rawan bahan kimia didapati pada beberapa produk seperti mie basah, kolang-kaling, cingcau serta beberapa produk lainnya.

“Ketika membeli, tentunya kalau olahan pangan kemasan pabrikan harus memperhatikan beberapa hal. Mulai dari fisik kemasan, izin edar dan batas kadaluarsa. Untuk olahan pangan berbuka puasa, biasanya dicampur zat kimia formalin agar lebih awet,” tandas dia. (mur)

Loading...

loading...

Feeds