Pelabuhan Patimban, Pemprov Jabar Pantau RTRW Subang

Patimban-Diunggulkan-Sebagai-Pengganti-Cilamaya

Patimban-Diunggulkan-Sebagai-Pengganti-Cilamaya

POJOKBANDUNG.com, SUBANG– Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus melakukan pemantauan terhadap revisi rencana tata ruang wilayah (RTRW) Kabupaten Subang yang didalamnya memuat rencana pembangunan Pelabuhan Utama Patimban di daerah tersebut. Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar mengatakan, pihaknya mendapat perintah dari Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk melakukan revisi RTRW Kabupaten Subang.


Hal ini penting mengingat RTRW akan menjadi dasar pembangunan Pelabuhan Utama Patimban, di Kabupaten Subang. “Kita diminta Pak JK (Wakil Presiden Jusuf Kalla) untuk merubah tata ruang. Ini dari awal (Pelabuhan Patiman) proyek pusat. Kita sudah kirim surat ke pemerintah pusat (soal RTRW),” kata Deddy, di Gedung Sate, Bandung, Senin (23/5).

Namun, menurutnya, hingga saat ini belum ada lagi pertemuan antara Pemprov Jabar dengan pemerintah pusat membahas untuk kelanjutan pembangunan Pelabuhan Patimban. Pihaknya menunggu instruksi dari pemerintah pusat untuk rapat lanjutan karena proyeknya digagas oleh pemerintah pusat.

“Belum ada pertemuan dengan pemerintah. Karena itu kerjaannya pemerintah pusat kerja sama dengan pihak-pihak tertentu. Cuma enggak bisa kerja sama kalau tata ruangnya belum diubah. Baru itu saja,” ujarnya.

Sekretaris Daerah Jabar Iwa Karniwa menuturkan, pembangunan Pelabuhan Patimban masih dibahas pemerintah pusat di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Kementerian Perhubungan. “Kita tunggu hasil dari Kementerian Maritim dan Kementerian Perhubungan,” ujar Iwa di tempat yang sama.

Disinggung mengenai progres revisi RTRW Kabupaten Subang, menurutnya saat ini masih dibahas oleh DPRD Kabupaten Subang. Di dalam RTRW itu nantinya mengatur juga terkait rencana pembangunan Pelabuhan Patimban.

“Tata ruang Subang sedang dilegislasi. Alhamdulillah ada percepatan kita sedang tunggu (revisi RTRW) sampai ke pemprov,”
ucapnya.

Menurutnya, rencana pembangunan Pelabuhan Patimban harus dibahas secara komprehensif karena pihaknya tidak ingin pembangunan tersebut kembali gagal seperti pembangunan Pelabuhan Cilamaya, Kabupaten Karawang. “Kita terus pantau revisi RTRW ini,” ucapnya.

Iwa menilai, pembangunan Pelabuhan Patimban akan memengaruhi aspek ruang di Kabupaten Subang sehingga revisi RTRW ini menjadi penting untuk mendukung terealisasinya pembangunan pelabuhan ini. “Dibangunnya Pelabuhan Patimban memengaruhi aspek ruang di sekitarnya, termasuk akses. Karena kan akses menuju (Pelabuhan Patimban) bukan jalan eksisting tapi bangun jalan baru,” katanya.

Dia menilai, semua ini nantinya akan tertuang dalam RTRW yang masih dalam proses revisi. “Bukan hanya pelabuhan regional menjadi pelabuhan utama. Tapi juga dampak pola ruang ditata, termasuk tranportasi,” ucapnya.

Dia menambahkan, saat ini pihaknya terus memantau proses revisi RTRW tersebut agar cepat selesai. Harapannya revisi tersebut diharapkan dapat selesai tahun ini.

Sementara itu, kemarin Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar menggelar pertemuan dengan Kepala Dinas Lembaga Ekspor dan Investasi Kementrian Perindustrian dan Perdaganfan Wallonia Belgia Mitchel Kempernees, di Gedung Sate. Dalam pertemuan tersebut dibahas berbagai rencana kerja sama anatar kedua pihak.

Salah satunya rencana Belgia membantu dari sisi kajian pembangunan Pelabuhan Patimban. “Pelabuhan, bagaimana mengelolanya dan nanti ada platformnya. Kita akan coba share ilmu karena Belgia memiliki palebuhan yang cukup representatif,” kata Mitchel Kempernees.

Dia menambahkan, rencana kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari hasil kunjungan Pemerintah Belgia bersama ratusan pengusahan sebelumnya. “Kerja sama antara Belgia dengan Jabar ini merupakan kelanjutan dari kunjungan kami sebelumnya. Kami telah membuat kesepaktannya dan sekarang waktunya untuk aksinyata,” pungkasnya. (agp)

Loading...

loading...

Feeds