Jokowi Sebut Kemudahan Bisnis Indonesia Kalah Jauh Dibanding Negara Tetangga

POJOKBANDUNG.com, DAYEUHKOLOT– Kemudahan bisnis Indonesia, masih kalah jauh dari negara tetangga. Ribetnya pengurusan izin usaha baru, menjadi penyebab kurangnya pengusaha-pengusaha baru di Indonesia.


Hal tersebut dikatakan oleh Presiden Indonesia, Joko Widodo saat membuka Jambore HIPMI Perguruan Tinggi se-Asean di Telkom University, Senin (23/5).

Dipaparkan Jokowi, berdasarkan EODB (ease of Doing Bussiness) atau indek kemudahan bisnis berada di peringkat 109, padahal negara tetangga seperti Thailand, Singapura, Malaysia, bahkan Vietnam, yang berada di peringkat di bawah 100.

“Tahun 2017, kita mentargetkan di peringkat 40, kalau tidak tercapai akan berat,”tutur Jokowi.

Di sisi lain, ketakutan akan berkompetisi dalam dunia usaha, membuat kurangnya pengusaha di indonesia. Saat ini, hanya terdapat 1,6 persen warga Indonesia yang menjadi pengusaha.

Indeks Daya Saing Global yang dimiliki Indonesia pun, katanya, baru mencapai 4,52 poin. Kembali kalah dari negara Asean lainnya seperti Singapura, Malaysia, dan Thailand.

“Salah satu kelebihan kita itu, selalu bisa meloncat maju ketika ada pesaing. Makanya, dengan adanya MEA maka persaingan akan semakin ketat, diharpkan kedepan daya saing kita akan meningkat,”tambahnya.

Jokowi melanjutkan, untuk mendukung kemudahan dalam aksebilitas, fokus pembangunan pemerintah saat ini adalah penyediaan infrastruktur yang baik. Seperti pembangunan terminal, bandara, pelabuhan jalan tol dan jalur kereta api. Tentu saja, peningkatan sumber daya manusia juga akan ditingkatkan.

“Tiga ini yang akan kita fokus dan berikan prioritas, tidak ada yang lain,” kata Presiden.

Dengan pembangunan infratlstruktur pendukung aksebikitas, maka biaya logistik akan terpangkas.

Program-program untuk mempercepat regulasi investasi atau usaha pun akan terus dimaksimalkan. Selanjutnya, berbagai program peningkatan sumber daya manusia pun diprioritaskan. Hal ini akan dilakukan bertahap dari tingkat pusat, kemudian diturunkan pelaksanaannya di setiap daerah.

Pemerintah RI pun berencana menurunkan kembali bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) menjadi 7 persen pada 2017, dari angka bunga KUR yang kini masih 9 persen. Penurunan bunga KUR diupayakan di antaranya untuk memudahkan para pengusaha dalam mendapat modal usahanya.

Presiden mengatakan penurunan bunga KUR ke angka 9 persen pada tahun ini dinilai sudah sangat memudahkan masyarakat Indonesia untuk memulai atau mengembangkan usahanya, mengingat sebelumnya, angka bunga KUR mencapai 22 persen, kemudian diturunkan kembali jadi 12 persen.

“Dengan adanya KUR yang bunganya 9 persen, bisa memberikan kekuatan untuk bersaing kepada anak-anak muda untuk memulai usaha. Saya kira 9 persen sudah murah, walaupun tahun depan diturunkan jadi 7 persen. Anggaran di bank ini Rp 120 triliun, peluang yang sangat besar untuk pengusaha pemula,” kata Presiden. (Mld)

Loading...

loading...

Feeds

43 Prajurit TNI Ditukar US Army

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Andika Perkasa menerima kunjungan beberapa perwakilan dari tentara Amerika untuk Indonesia. Dalam pertemuan …