Soeharto Diusulkan Dapat Gelar Pahlawan, Ini Sikap Jimly Asshiddiqie

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA- Wacana pemberian gelar pahlawan nasional bagi mantan presiden Soeharto yang mencuat dalam Munaslub Partai Golkar beberapa waktu lalu terus bergulir.


Terkait ini, Wakil Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan Jimly Asshiddiqie mempersilakan bila memang Soeharto hendak diusulkan menjadi pahlawan.

“Nanti akan diplenokan oleh kami,” terangnya. Lagipula, bukan kali ini saja Soeharto diusulkan menjadi pahlawan. Pada 2012, usulan serupa pernah diajukan namun kandas.

Bukan tanpa alasan saat itu dewan tidak menyetujui usulan gelar pahlawan bagi Soeharto. “Salah satu alasannya, beliau baru meninggal, makamnya masih basah,” tambahnya. Alasan serupa juga disampaikan saat KH Abdurrahman Wahid diusulkan menjadi pahlawan.

Pihaknya akan sangat berhati-hati dalam mempertimbangkan pemberian gelar pahlawan kepada seseorang. Sebab, sekali gelar itu diberikan, tidak bisa dicabut.

“Dan betul-betul diharapkan merupakan orang yang tidak bermasalah, kasus-kasus hukum begitu,” tutur mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu.

Meski begitu, Jimly menegaskan tidak ada orang yang benar-benar dalam kondisi ideal, dalam arti tidak bermasalah sama sekali. Dia mencontohkan, pemberian gelar pahlawan untuk Soekarno sempat tersendat. Presiden pertama RI itu baru diberikan gelar pahlawan nasional pada 2012. (jun/byu/jpg)

Loading...

loading...

Feeds