Perbaikan Budidaya Strawberry di Kabupaten Bandung Terkendala Ini

strawberry

strawberry

POJOKBANDUNG.com, RANCABALI– Rencana pemerintah Kabupaten Bandung untuk memperbaiki pertanian strawberry, butuh perjuangan yang cukup berat. Berbagai masalah di lapangan harus diselesaikan semuanya supaya pertanian strawberry bisa kembali hidup.


Staf Ahli Gabungan Kelompok Tani Alam Sari Kecamatan Rancabali, Dede Badru Munir, di wilayah Pacira (Pasirjambu, Ciwidey dan Rancabali) terdapat sekitar 600 hektare lahan yang digunakan sebagai areal pertanian strawberry. Artinya, kebutuhan bibit mencapai 24 juta lebih.

“Satu hektare lahan, digunakan untuk 40 ribu pohon strawberry,” tutur Dede, Jumat (20/5).

Penyediaan 24 juta benih, kata Dede, harus dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Bandung jika ingin memperbaiki produksi strawberry di wilayah Pacira. Pasalnya, semua pohon strawberry yang saat ini ada, harus diganti semuanya.

“Kalau ingin memperbaiki produktivitas stroberi di sana, benih-benih yang lama harus dihancurkan juga,”katanya.

Namun, upaya penghancuran benih lama untuk digantikan dengan benih yang baru memang cukup sulit dilakukan. Petani tidak ingin benih lama tersebut dihancurkan karena belum ada jaminan dari pemerintah daerah untuk menggantikannya.

Sayangnya, walaupun beberapa waktu lalu sempat berjanji akan melakukan perbaikan, sampai saat ini kata Dede pemerintah Kabupaten Bandung belum memperlihatkan kinerja apapun.

Padahal, jika benar-benar ingin memperbaiki pertanian strawberry, pemerintah seharusnya secara rutin meninjau kondisi pertanian buah manis tersebut. Peninjauan diperlukan untuk menghasilkan kajian soal lahan, benih dan pupuk.

Sebab, penggunaan tiga hal tersebut tidak bisa digunakan terus-menerus sehingga harus ada penyesuaian dengan keadaan sekarang.

“Pupuk atau benih yang digunakan pada lima tahun lalu, belum tentu cocok digunakan untuk kondisi sekarang,” kata dia.

Dede mengakui, Pemkab Bandung tengah berencana untuk melakukan percobaan varietas stroberi yang baru dan sesuai dengan kondisi alam di selatan Kabupaten Bandung. Percobaan ini diharapkan dapat menemukan varietas yang tepat untuk digunakan petani strawberry.

Namun, bagi Dede, upaya perbaikan produktivitas pertanian strawberry perlu dilakukan secara bersamaan. Selain pembuatan varietas yang baru, juga harus ada upaya mensterilisasi lahan. Lahan yang biasa digunakan untuk penanaman, perlu disterilkan dari bekas-bekas pupuk atau bibit yang sudah tak produktif.

“Karena kan percuma kalau misalnya ada varietas baru, tapi tanahnya masih belum disterilkan. Nah ini yang harus didorong pemda, jadi bikin agar petani mau mensterilkan lahannya,” ujar dia. (Mld)

Loading...

loading...

Feeds